Pemuda yang Peduli

Pandji Pragiwaksono (Presenter, penyiar radio, rapper) pernah bilang gini di twitternya:

Gue sedih tiap kali ketemu orang yg apatis terhadap Indonesia. Skeptis masih gapapa. Org apatis itu yg bikin gue gemes.

Sore itu, saya langsung tertegun baca kalimat itu. Karena disadari atau tidak, itulah yang terjadi saat ini, terutama di generasi muda seperti kita. Betul kan? Hehehe.. Yah, kenyataan kok. Bisa dilihat dari teman-teman di sekitar kita. Ironis, tapi itulah yang terjadi.

Kebanyakan anak muda memang lebih suka memikirkan masalah gaya hidup dibanding masalah-masalah sosial, politik, atau masalah-masalah lain yang sebenarnya jauh lebih penting daripada gaya hidup semata. Anak muda lebih tertarik terhadap gosip-gosip selebritis lokal maupun barat, atau tentang tren-tren terbaru daripada melihat berita-berita sosial-politik-budaya. Atau memikirkan masalah-masalah yang dialami bangsa ini. Padahal sebenarnya peran pemuda di kehidupan bangsa dan bernegara itu sangat besar, dan ini sudah dibuktikan dalam sejarah Indonesia. Boedi Oetomo isinya adalah pemuda. Persatuan dan nasionalisme Indonesia digerakkan oleh Sumpah Pemuda, yang pastinya isinya adalah orang-orang muda. Soekarno mau memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 (atau bisa dibilang secepatnya dan tidak menunggu janji Jepang) karena desakan pemuda-pemuda yang mengetahui kekalahan Jepang dari Amerika. Rezim otoriter dihancurkan oleh kekuatan orang-orang muda: 1966 dan 1998.

See? Betapa hebatnya anak-anak muda Indonesia. Sayang sebenarnya ketika masalah-masalah sosial, budaya dan politik negeri ini tidak bisa diselesaikan oleh Pemerintah, anak muda juga tidak bisa melakukan perubahan karena sikap acuh dan tidak peduli terhadap masalah-masalah tersebut. Padahal, bisa kita lihat saat ini Indonesia membutuhkan ide-ide segar yang biasanya dimiliki oleh anak-anak muda seperti kita.

Mindset “Emang Gue Pikirin” yang selama ini ada dalam otak pemuda-pemuda zaman sekarang itu harus segera diubah. Ada teman yang bilang (dia juga salah satu pemuda yang masih terjebak mindset itu), “Ngapain sih mikirin soal gituan? Bikin susah aja. Kan udah ada yang ngurusin!”. Menurut saya, itu adalah salah satu kalimat klise yang sering diucapkan oleh kita yang tidak peduli dengan masalah-masalah bangsa. Masalah bangsa bukan cuma urusan pemerintah saja, tetapi kita juga sebagai agent of change. Saya selalu percaya istilah Agent of Change itu bukan cuma semboyan belaka. Saya selalu percaya bahwa kaum muda memang ada untuk melakukan sebuah perubahan. Tapi perubahan tidak bisa dilakukan hanya oleh satu-dua orang saja. Dibutuhkan sebuah kebersamaan dengan didasari tekad kuat dan niat yang sama untuk melakukannya. Diantara orang-orang yang tidak peduli itu, pasti ada orang-orang peduli. Nah, orang-orang yang peduli itu tidak bisa bergerak sendiri, tapi butuh juga kekuatan dari orang-orang yang tidak peduli.

Lho? Iya, orang-orang yang peduli (dan jumlahnya tidak banyak) memang membutuhkan orang-orang yang tidak peduli. Karena itu, kita sebagai orang-orang yang peduli terhadap masalah bangsa ini harus menyebarkan semangat kepedulian kita terhadap Indonesia kepada orang-orang yang tidak peduli, agar dia mau berubah dan peduli terhadap masalah-masalah di sekitar kita.

Menurut saya, hal yang terpenting untuk peduli adalah tahu tentang masalah-masalah bangsa. Kalau tidak tahu, kenapa kita harus berpikir kan? Nah, agar tahu, kita harus mencari informasi dari berita di tv, atau koran, dll. Makin banyak pengetahuan yang kita punya, makin peduli juga kita terhadap masalah-masalah yang dihadapi bangsa. Kayak kata Pandji lagi,

We are what we know.


Pedulilah, karena bangsa ini membutuhkan kontribusi dari kita sebagai kaum muda, kaum yang berani membuat perubahan.


sumber gambar: pandjimusic, Ayo! Project, CeritaKaos, blog Patricia Utami

Advertisements

5 thoughts on “Pemuda yang Peduli

  1. pemuda sering bertindak karena situasi… bila situasi memaksa mereka melakukan sesuatu… mereka akan melakukannya contoh demo mahasiswa tahun 98 (hasilnya soeharto mundur)

  2. Nice post..gw juga jadi inget, kata salah seorang di twitter: bukan sok peduli ikut2an mikirin negara, politik dll, tapi kalo bukan kita? mau ngarepin siapa? Amrika? 😀

  3. makasih rekomendasinya. eh, tapi serius lho, saya bukan terinspirasi dari situs itu. inspirasiny dari teman2 dan tweetnya Pandji. hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s