Menjadi Bunglon

Bunglon itu di saat merasa terancam , ia akan mengubah warna kulitnya menjadi serupa dengan warna lingkungan sekitarnya, sehingga keberadaannya tersamarkan. Jadi warna kulitnya akan “nyaru” dengan warna lingkungannya. Misalnya dia berada diatas semak-semak berwarna hijau gelap, dia bisa mengubah warna tubuhnya menjadi hijau gelap. Kalau dia sedang berada diatas tanah cokelat, warna kulitnya bisa berubah menjadi cokelat.

Ternyata keistimewaan bunglon yang bisa berubah warna sesuai warna tempat itu juga bisa diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan sebenarnya sangat penting. Itu pelajaran yang saya dapatkan tadi malam dari kak Bella, senior saya di Kom08 yang udah beberapa kali membantu saya keluar dari fase “abg labil”. Hehehe..

Jadi ceritanya, beberapa hari ini saya merasa ada yang salah. Entah kenapa perasaan saya gak enak banget. Saya merasa banyak orang yang gak suka celotehan-celotehan saya (di twitter terutama), dicap sok idealis lah, dicap lebay, dll. Dan perasaan kalo banyak yang gak suka sama saya itu terbukti dengan beberapa teman saya meng-unfollow saya. Okelah kalo yang unfollow itu orang-orang yg gak saya kenal, gak masalah. Tapi ketika yang unfollow adalah orang-orang yang kita kenal? Hmm.. Berarti ada masalah.

Jadilah tadi malam saya bertanya-tanya kepada beberapa teman yang sering membaca twit-twit saya selama ini. Apa twit-twit saya selama ini memang mencerminkan orang yg sok idealis? Yang lebay? Apakah mereka beneran merasa saya seperti itu?

Dan tadi malam rasanya pertanyaan saya terjawab.

Sebelumnya saya sering berpikir, apa salahnya menjadi idealis? Menjadi orang yang mempunyai nilai-nilai sendiri dalam hidupnya dan berpegang teguh dengan idealismenya. Seorang idealis berarti mencerminkan diri sebagai seorang yang berpendirian kan? Saya jadi merasa bahwa menjadi seorang yang idealis itu bagus, karena orang tersebut mempunyai jalan sendiri untuk mencapai tujuannya. Jauh lebih bagus daripada meraba-raba jalan mana yang akan ditempuh, apalagi kalau tidak mempunyai tujuan hidup.

Tapi saya melupakan satu hal: Kita berada di lingkungan yang mempunyai beraneka macam warna.

Seorang idealis berarti mempunyai warna tersendiri, yang mungkin tidak sama atau bahkan bertentangan dengan lingkungan disekitarnya. Nah, ketika idealismenya tidak mampu melebur, dimengerti dan dianut oleh orang lain, idealismenya akan sia-sia. Dia hanya akan berjuang sendirian. Dan itu menyakitkan.

Seseorang yang idealis seringkali tidak bisa bergaul dengan orang-orang yang tidak sepaham dengan dirinya, dan itulah yang menjadi masalahnya.

Sekali lagi, kita hidup di lingkungan yang mempunyai beraneka macam warna.

Karena itu, mungkin sebaiknya sebagai manusia saya emang harus berubah menjadi bunglon. Menjadi seseorang yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Yang mampu bergaul dengan berbagai macam orang, berbagai macam pemikiran, dan berbagai macam ketertarikan.

Itu hal yang penting, mungkin. Kita hidup gak bisa sendirian kan? Kita makhluk sosial, dan idealisme seringkali menyebabkan predikat “makhluk sosial” kita, menjadi makhluk individualis yang terkungkung dalam pemikirannya sendiri. Yang menolak semua ide kecuali yang sesuai dengan idealismenya.

Saya membutuhkan teman-teman saya, dan yang bisa saya usahakan mulai sekarang adalah belajar menjadi bunglon. Belajar memahami orang yang berbeda interest dengan kita, dan keluar dari pemikiran sempit ini. 🙂

BTW, happy birthday kak Bella! Terima kasih buat semua nasihatnya. 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Menjadi Bunglon

  1. ki moch. .sebenarnya emang ga ada salahnya jadi orang idealis. .manusia kan punya mimpinya sendiri. .mungkin seng ra disenengke ro konco2mu ki mung kata2mu. .so pandai2lah bermain kata kik:Pdan keseimbangan jangan dilupakan. .alam kan mengajarkan kita untuk hidup seimbang 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s