Gempa Papua

Gempa kembali mengguncang Indonesia, kali ini Papua yang menjadi korban. Pada Rabu, 16 Juni 2010 yang lalu Serui dan Biak diguncang gempa berkekuatan 7,1 SR yang sempat dinyatakan berpotensi tsunami. Beruntung BMKG kemudian segera mencabut peringatan tsunami tersebut sehingga kepanikan warga Papua sedikit mereda. Namun tentu tak sepenuhnya reda, karena kenyataannya, 2.556 rumah rusak berat dan 866 lainnya rusak ringan. Kondisi ini menyebabkan 4.606 orang harus mengungsi karena tempat tinggal mereka sudah tidak dapat ditinggali. Korban tewas mencapai 17 jiwa, sedangkan 24 orang terluka.Sayangnya bencana hebat bagi Papua ini tidak mendapatkan perhatian publik. Banyak orang tidak mengetahui bencana gempa Papua ini karena perhatian publik masih asyik tertuju pada kasus video porno artis. Apalagi hampir semua media massa juga tengah fokus pada masalah tersebut. Ironis, mengingat sudah lebih dari sepuluh hari korban gempa harus tinggal di tenda-tenda pengungsian dengan kondisi minim bantuan. Masih banyak warga korban gempa yang belum mendapatkan air bersih, obat-obatan bahkan makanan. Bantuan dari pemerintah setempat memang cukup membantu, namun pasokan yang terlambat membuat keadaan memburuk.

Apalagi pemerintah pusat pun dinilai lamban dalam menangani masalah gempa Papua ini. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua DPD Gusti Kanjeng Ratu Hemas pada Jumat (25/6) yang lalu kepada Bataviase.co.id.
”Sayangnya, pernyataan berduka dari Presiden atau wakilnya tidak terucap sekalimat pun. Padahal, daerah-daerah sungguh membutuhkan tindakan yang nyata, bukan sekadar hiasan kata-kata demi pencitraan belaka”

“Apa karena Papua itu jauh dari Jakarta sehingga luput dari perhatian pemerintah? Berbeda, misalnya, jika gempa bumi mengguncang Jawa, Bali, atau Sumatera akan banyak yang berbondong-bondong memamerkan perhatian,” kata Hemas.

Padahal Presiden SBY malah membuat pernyataan masalah kasus panas video porno artis. Presiden menyatakan, mendukung langkah kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Presiden juga mengajak masyarakat menjaga moral.

”Mari kita bicarakan bagaimana kebebasan bisa berjalan, tapi juga bisa meminimalisir ekses buruk dari kebebasan. Saya mengajak kita semua, termasuk orang tua, pendidik, pemuka agama untuk menjaga moral akhlak.” ujarnya seperti dikutip dari Okezone.

Pertanyaan selanjutnya adalah, penting mana; moral akhlak atau keselamatan korban gempa? Bapak Presiden dan masyarakat Indonesia pasti mengetahui jawaban yang tepat. Bagaimanapun, saudara-saudara kita di timur jauh sana membutuhkan perhatian kita semua. Dan mereka pasti menanti, kira-kira kapan masyarakat akan sadar bahwa masalah penderitaan mereka sebagai korban gempa lebih penting daripada masalah video artis bersetubuh. Entahlah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s