Selamatkan Irfan Bachdim!

Yes, It's Irfan Haarsy Bachdim

Bukan, saya bukan fans pemain keturunan Belanda yang bernama lengkap Irfan Haarsy Bachdim ini. Saya memang mengagumi kualitas tekniknya yang lumayan oke dan mengakui kalo tampang keturunannya itu memang pasti menarik hati kaum hawa. Tapi mengakui bukan berarti ngefans kan?

Bukan juga saya menulis judul seperti diatas karena ada ancaman tertentu dari pihak-pihak yang memiliki niat jahat terhadapnya. Sampai saat ini (dan mudah-mudahan tidak akan pernah), tidak ada ancaman pembunuhan atau pemerkosaan (*eh :D) yang tertuju pada pemuda yang memiliki pacar seorang model pakaian dalam di Jerman sana.

Judul diatas bukan pula cuma heboh-hebohan belaka. Saya percaya Irfan Bachdim memang perlu diselamatkan. Tetapi bukan dari ancaman teroris atau penculikan atau pembunuhan dan sebagainya. Bukan itu. Ada “ancaman” yang menurut saya lebih berbahaya bagi karir sepakbolanya kelak. Mengapa saya bilang lebih berbahaya? Tak lain dan tak bukan karena “ancaman” ini sifatnya mematikan secara perlahan, tak langsung membunuh begitu saja.

Irfan Bachdim Konferensi Pers

Ancaman nan kian nyata yang saya maksud adalah ekspos pribadi Irfan yang berlebihan dari media. Seperti kita ketahui bersama, sejak menjadi bintang lapangan di pertandingan pertama AFF Cup melawan Malaysia, Irfan sontak menjadi selebritas karena permainannya yang oke dan (ini yang utama sebenarnya) tampang Indo yang membuat hati para wanita meleleh. Twitter dalam sekejap penuh dengan namanya, mulai dari yang memang hobi berbicara sepakbola dan menganalisis permainan Irfan yang oke malam itu atau yang lebih dominan lagi: teriakan gemas para wanita.

Hal yang sama juga terjadi tiga hari kemudian, ketika Indonesia menghadapi Laos. Lagi-lagi Irfan mencuri perhatian, dan lagi-lagi para wanita berteriak-teriak histeris layaknya orgasme (*ups :P). Irfan kemudian memenuhi pemberitaan, uniknya bukan hanya di berita olahraga biasa, tetapi juga disorot habis oleh infotainment. Pemberitaan dipenuhi oleh euforia kemenangan dan seorang pribadi Irfan Bachdim. Kehidupan pribadi mulai dikorek, mulai dari status WNInya, dan yang membuat para wanita tadi lemas, status hubungannya dengan seorang wanita bernama Jennifer yang saat ini tinggal di Jerman dan berprofesi sebagai model.

Irfan Bachdim and Jennifer Kurniawan

Singkatnya, status Irfan Bachdim kini bukan hanya pemain sepakbola Indonesia, ia telah menjelma menjadi selebritas. Semuanya terjadi hanya dalam hitungan bulan setelah ia kembali ke Indonesia, tanah air ayahnya.

Menurut saya, inilah yang berbahaya.

Sebenarnya sah-sah saja seorang pemain sepakbola menjadi selebritas dan dielu-elukan. Hal yang umum malah. Tetapi dengan status ketenaran yang terbilang cepat dan dalam usia yang masih muda? Di Indonesia menurut saya dan sepanjang ingatan saya yang pendek itu, belum pernah ada fenomena seperti Irfan Bachdim ini. Pemain sepakbola, muda, dan meroket secara tiba-tiba. Sekali lagi, pemain sepakbola, bukan penyanyi atau pemain sinetron.

Inilah ancaman itu. Saya memang belum pernah (dan saya yakin tidak akan pernah)  menjadi orang terkenal, tetapi saya yakin perubahan status dari pesepakbola menjadi selebritas itu akan menghasilkan efek-efek negatif bagi karirnya. Efek negatif itu mungkin tidak akan terlihat secara langsung, tapi seperti yang saya bilang diatas tadi, membunuh secara perlahan.

Marilah kita berandai-andai saja. Jika Irfan semakin ngetop, produser sinetron atau agensi iklan pasti tertarik untuk menggunakan jasanya, memanfaatkan muka Indonya yang bikin meleleh itu. Jika semakin banyak tawaran seperti ini, praktis fokus Irfan terhadap karir sepakbolanya bisa berkurang, tentu dengan kenyataan honor yang didapatnya di dunia hiburan itu lebih besar daripada di sepakbola Indonesia yang carut marut ini. Fokus berkurang, prestasi menurun, akhirnya? Ya karir bisa mati.

Perayaan Irfan Bachdim dkk. paska mencetak gol

Atau mari berandai-andai lagi, kali ini kita andaikan Irfan bisa menolak tawaran-tawaran diatas tadi. Dengan skill yang dimilikinya, Irfan pasti diharapkan betul untuk memajukan sepakbola Indonesia yang terus terpuruk ini. Irfan yang kini tengah dielu-elukan kemudian menjadi tempat 200an juta rakyat Indonesia berharap. Dengan umur semuda itu, apakah Irfan mampu mengemban beban besar itu? Apa Irfan mampu menahan tekanan besar itu? Ingat, mental pemuda (seperti saya) itu gampang sekali goyah atau hancur. Mental muda Irfan yang belum kuat ditambah beban besar, hasilnya sudah dapat kita tebak, bukan?

Itu baru dua pengandaian, belum pengandaian lainnya. (Walau pada dasarnya saya cuma bisa memikirkan dua pengandaian ini sih hehehehe… :P)

Ancaman itu nyata adanya, dan bisa berdampak buruk bagi karir sepakbolanya. Baik secara langsung maupun tak langsung. Baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Yang bisa kita lakukan sekarang? Stop publikasi berlebihan terhadap Irfan. Stop berharap berlebihan pada Irfan. Stop “gemas” berlebihan terhadap Irfan. Dan stop perhatian berlebihan terhadap Irfan. Toh kegemilangan Indonesia di fase grup AFF Cup 2010 ini bukan hanya karena Irfan bukan? Itu adalah hasil kerja keras seluruh punggawa timnas ditambah kejeniusan seorang pelatih bernama Alfred Riedl. Irfan hanyalah bagian dari timnas, tak lebih dari itu.

Irfan, bagian dari timnas Indonesia

Stop ekspos berlebihan Irfan Bachdim. Biarkan ia mengembangkan karirnya dengan tenang dan biarkan ia berprestasi gemilang.

Selamatkan Irfan Bachdim! 😀

Selamatkan Irfan Bachdim!

 

NB. Dua gambar terakhir merupakan hasil karya Football Heroes. Kunjungi mereka di Twitter atau Facebook

Advertisements

One thought on “Selamatkan Irfan Bachdim!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s