Mendadak Timnas

Demi Indonesia! (Dok. TRIBUNNEWS.COM/Herudin)

Tiba-tiba, demam timnas melanda Indonesia.

Orang-orang berlomba memakai segala pernak-pernik tentang tim nasional Indonesia. Entah itu jersey, polo, atau sekedar kaos. Tak peduli original atau KW, entah itu KW lokal atau KW 1.  Yang penting bergaya ala merah putih.

Tak hanya atribut, semua orang pun berlomba-lomba menonton Indonesia langsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Tiket pertandingan laku keras, semua orang mencarinya, bahkan sampai ricuh karenanya. Kalau soal ricuh ini sih, dibantu juga dengan manajemen LOC beserta PSSI yang nggak beres. Gara-gara masalah tiket tak jelas manajemennya, masyarakat yang berburu tiket di GBK emosional sampai akhirnya menimbulkan kericuhan.

Soal ini sih, cerita lama ya sebenarnya. Rahasia umum. 🙂

Semua orang demam timnas, semua orang demam merah putih.

Seorang teman menyebut fenomena ini sebagai fenomena “Mendadak Timnas”, plesetan dari sebuah judul film Indonesia. Eh, entah film entah sinetron, saya agak lupa. Yang tahu mungkin bisa mengoreksi.

Fenomena mendadak timnas ini ditengarai terjadi karena penampilan impresif timnas sepakbola Indonesia di babak grup AFF Cup. Dari tiga pertandingan, Indonesia mampu menghancurkan Malaysia, Laos, bahkan tim kuat Thailand. Mungkin semua orang tersentak dan heran, wow, timnas sepakbola bisa menang. Tante saya malah bilang seperti ini, “Wah, hebat ya Indonesia. Tumben menang. Biasanya kalah melulu.” Saya yakin tidak hanya Tante saya yang mengeluarkan ucapan semacam itu. Mungkin banyak dari kita yang terkaget-kaget dengan prestasi tim nasional saat ini.

Teman-teman pecinta sepakbola, dalam hal ini “asli” pecinta bola atau suporter sepakbola, di satu sisi merasa terganggu. Mungkin beberapa darinya berkata, “Ah, pas menang aja pada heboh, pas Indonesia kalah pada kemana kalian?!” Mereka sedikit tidak terima karena saat Indonesia bermain hebat seperti sekarang ini baru mendukung, tetapi ketika Indonesia benar-benar terpuruk, hanya teman-teman suporter saja yang setia tetap mendukung. Orang-orang biasa mungkin hanya bisa bergumam, “Ah, tim kalah melulu ngapain didukung?”

Kehebohan masyarakat umum saat kita menang dan kedongkolan teman-teman suporter sebenarnya hal yang wajar, menurut saya. Pada dasarnya, semua orang tentu senang dengan perasaan bahagia. Kemenangan ternyata bisa memberikan rasa bahagia, sehingga semua orang senang dengan sensasi kemenangan. Wajar. Semua orang pasti seperti itu. Ketika akhirnya semua orang berlomba-lomba menggunakan atribut timnas atau datang langsung ke stadion untuk menyaksikan timnas berlaga, itu juga wajar. Semua orang ingin menjadi bagian dari euforia. Semua orang juga ingin merasakan langsung sensasi kemenangan itu dari dekat. Langsung dari dalam stadion.

Sekali lagi, kehebohan saat kemenangan itu adalah hal yang wajar menurut saya.

Tetapi, kegusaran teman-teman suporter tentang para fans sepakbola dadakan ini ini juga wajar. Mereka lah yang terus menerus mendukung sepakbola Indonesia, tak peduli menang ataupun kalah. Tak peduli timnas berjaya ataupun terpuruk. Mereka tetap mendukung. Merekalah yang selalu ada di garis terdepan untuk mendukung langsung timnas setiap mereka berlaga. Mereka tak peduli timnas menang atau kalah. Kesetiaan itu lah nilai utama dari suporter, yang mungkin tidak dimiliki oleh masyarakat umum. Maka ketika timnas sedang jaya-jayanya seperti sekarang, mereka tentu merasa, “seharusnya kami lah yang lebih berhak untuk bersuka cita menikmati kejayaan ini. Seharusnya kami lah yang lebih berhak, karena kami lah yang lebih setia mendukung timnas selama ini.” Hal yang wajar menurut saya. Setiap orang yang merasakan perih sebelum bahagia pasti ingin mendapatkan insentif yang lebih besar daripada orang yang hanya datang ketika bahagia saja. Sekali lagi, wajar.

Intinya? Gak ada yang salah. Masyarakat umum ikutan heboh silakan, suporter asli terganggu, ya maaf-maaf. Marilah berbagi kesenangan lewat sepakbola bersama masyarakat lainnya. Yang penting, niat datang ke stadion harus tetap sama: mendukung tim nasional juara. Tentu sambil berharap, yang berubah menjadi suporter “asli” bertambah banyak.

Yang pasti, timnas butuh dukungan kita, kawan. Tak peduli Anda suporter atau masyarakat biasa.

IN-DO-NE-SIA!

Advertisements

2 thoughts on “Mendadak Timnas

  1. Kritikan yang bagus, Bung. Entah suporter baru atau lama, tapi saya senang karena laga kemarin mampu menyatukan bangsa Indonesia yang tersebar di berbagai provinsi dalam satu Lagu Indonesia Raya. Bahkan, hingga para tokoh pun juga ikut “bersatu”. 😀

    Memakai baju timnas atau tidak, yang penting Garuda tetap tertanam di dada.

  2. Terima kasih banyak 😀
    Bersatu dalam tanda kutip ya? Hahaha.. Sayangnya, ada aja pihak-pihak yang memanfaatkan momen-momen seperti itu. Noda!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s