Silakan Anda Sebut Saya Tak Nasionalis

Saya tiba-tiba semakin lama semakin “menyerah” dengan negeri ini. Ketika orang-orang lain gencar berusaha meniupkan angin optimisme bagi masyarakat lewat gerakan-gerakan twitter semacam GNFI (Good News From Indonesia),  Indonesia Berprestasi, IndonesiaGO, dan semacamnya, saya malah makin pesimis dengan negeri saya yang (seharusnya) saya cintai ini.

Awalnya, saya amat sangat tidak ingin merasa pesimistis. Yah, paling tidak realistis tetapi tetap optimistis lah. Tetapi setelah apa yang saya lihat baik itu di media maupun di realitanya, saya menyerah. Saya yakin, negeri ini berjalan seperti keong. Super lambat. Jadi negara maju? Dengan mentalitas seperti ini? Silakan Anda-Anda bermimpi. Saya lebih baik realistis, menjadi egois dengan hanya memikirkan apa yang terbaik bagi saya dan orang-orang di sekeliling saya.

Silakan Anda sebut saya tak nasionalis. Saya toh tak mengerti betul arti nasionalisme. Jadi tak masalah lah.

Saya hanya ingin realistis. Menjadi manusia yang tak membuang energinya untuk sesuatu yang (mungkin) percuma.

Toh di dalam hati saya, saya masih tetap mencintai negeri ini. Negeri dengan segala kebobrokan dan kebusukannya. Negeri tempat di mana saya lahir, tumbuh, dan hidup. Saya toh masih memiliki harapan untuk negeri ini, walaupun mungkin sangat kecil.

Yang ingin saya lakukan hanyalah berkarya. Kalau itu cukup untuk ikut memajukan negeri ini, Alhamdulillah. Kalau tidak? Ya sudahlah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s