Hidup Maya

Agak tersentak dengan bunyi kalimat sms yang saya terima tadi pagi. Membuat saya kembali berpikir bagaimana hidup saya di masa depan, ya?

Saya: “Lah ini aku lagi mau ke teknik.”

Dia: “Ngenet?”

Saya: “Iya ngelanjutin piket di sana, sekalian download.”

Dia: “Hadeeh.. Kamu mah.”

Saya: “Hah? Emang kenapa?”

Dia: “Yaa hidupmu itu”

Saya: “Hidupku kenapa? :o”

Dia: “Internet. Makasih sana sama yang nemuin.”

Yah, mau gak mau saya harus mengakui kalau (mungkin) sebagian besar hidup saya beberapa tahun terakhir ini sangat lekat dengan internet. Dalam seminggu, entah berapa puluh jam saya habiskan di dunia maya. Saya pikir, saya seperti hidup di dua dunia. Dunia nyata dan dunia maya.

Selain bersosialisasi di kehidupan biasa, saya juga bersosialisasi di dunia maya. Twitter, Facebook, Kaskus, dll. menjadi mediumnya. Saya berdagang di dunia maya. Iseng-iseng bekerja di dunia maya. Saya mencari hiburan di dunia maya (download anime, musik, film, dll.). Saya bahkan belajar (Baiklah, persentasenya memang kecil) juga di dunia maya.

Dan baru tadi saya mulai berpikir random seperti ini:

apakah saya masih manusia normal?

Bagi beberapa orang mungkin kalimat tersebut terkesan berlebihan. Lebay katanya. Tapi beneran lho, saya mikir seperti itu.

Ada yang senasib seperti saya?

Advertisements

2 thoughts on “Hidup Maya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s