[Review Musik] John Mayer – Continuum (2006)

Akhir-akhir ini saya (kembali) tergila-gila dengan album ketiga John Mayer yang berjudul Continuum. Album ini udah lama banget, dirilis September 2006, walau jujur saya baru “kenal” album ini sekitar 2-3 tahun yang lalu. Maklum, bukan fans John Mayer πŸ˜€

Cover album Continuum (sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Continuum_(Album)

Dulunya saya biasa aja dengan album ini. Yah paling kalau pun sampai suka banget sama satu lagu, itu pun karena maknanya ngena banget mungkin, kayak lagu “I’m Gonna Find Another You” yang dulu sering saya putar berulang kali. Tapi tempo hari saya nyetel lagi album ini dan dengerin lagi seluruh track nya. Dan saya baru sadar lagu-lagu di album ini terasa beda banget sama lagu-lagu John Mayer yang saya kenal sebelumnya.

Saya kenal karya John Mayer pertama kali pasti “Bigger Than My Body” atau “Your Body Is A Wonderland” yang memang hit single dia. Saya yang cupu soal musik ini cuma bisa nyimpulin: oh dia main gitar, dan dia main lagu pop. Iya pop. Makanya awalnya saya sedikit bingung kenapa dia disebut sebagai gitaris campuran blues-pop-rock. Oke lah pop-rock, tapi blues?

Dan saya menemukan jawabannya di album ini.

Ketika saya bandingkan album ini dan sekilas dengan albumnya yang lain, terasa sekali perbedaan musik yang dibuat oleh Mayer di album ini. Bluesnya kental banget. Tentu tetap ada aroma pop di dalamnya, tetapi itu malah bikin lagu-lagu dalam album ini tetap terasa ramah di telinga, seperti musik pop pada umumnya. Tetapi aroma blues yang kuat bikin album ini terasa lebih “dalem” buat saya.

Mau coba denger blues kentalnya John Mayer? Coba “Bold As Love“, lagu milik Jimi Hendrix yang ia aransemen ulang. Atau “I’m Gonna Find Another You“, track terakhir album ini. Dan tentu saja “Gravity“, yang Mayer sebut sebagai lagu terpenting yang pernah ia buat sepanjang karirnya. Saya tak lagi heran kenapa beberapa media menulis John Mayer sebagai Slowhand Jr. setelah mendengar lagu ini (Note: Slowhand adalah julukan bagi Eric Clapton)

Tenang, kalau masih pengen liat John Mayer bermain musik pop, masih ada “Dreaming With A Broken Heart” yang benar-benar ngepop.

Saya sendiri sedang tergila-gila dengan lagu “Slow Dancing In A Burning Room“. Entah kenapa.

Well, John Mayer lebih cocok jadi musisi blues daripada pop. Walaupun seorang teman berkata: “Suara dia ngepop banget!”. Ah tak masalah menurut saya. Toh Mayer sukses membuktikannya di album ini. Album terbaiknya menurut saya. Dan satu-satunya full album dia yang benar-benar saya suka. πŸ™‚

Nilai: 4 / 5

Advertisements

4 thoughts on “[Review Musik] John Mayer – Continuum (2006)

  1. btw, kalo gw liat ya.. album ini, trus proyek John Mayer trio itu kaya obsesinya dia buat main blues..tapi berhasil banget.
    buktinya album Battle Studies ngembaliin warna-nya dia lagi, walaupun gabisa dibilang persis sama room for squares/heavier things.
    kalau buat gw, heavier things 5/5 nya John Mayer deh hehe

    • gua gak tau ya ini sekedar obsesi atau emang “aslinya” dia blues. Entah kenapa gua lebih nangkep karya ini sebagai idealisme nya dia, sedangkan karya lainnya lebih kayak “berdamai dengan selera pasar”. Yah gua gak tau ya, itu cuma pikiran gua doang.

      Istilahnya kalo Marx, karya ini adalah karya yang bener2 “mengobjektifikasikan” dirinya sebagai manusia πŸ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s