[Review] Catatan Harian Si Boy

Iya, saya tahu kalau saya mulai jarang menulis di blog ini. Harap maklum, otak punya pekerjaan lain yang cukup menyita tenaga sehingga meskipun banyak yang ingin saya tulis, pada akhirnya, terlalu malas untuk menuangkannya dalam kata-kata.

Tetapi kemalasan saya ini runtuh setelah menonton film ini. Ini adalah film yang bisa membuat saya menggebu-gebu untuk mempromosikannya, entah itu lewat obrolan dengan teman, Facebook, Twitter, atau (akhirnya) blog. Sebuah film yang menurut saya, pantas dijadikan sebagai film terbaik tahun ini (walaupun sejujurnya saya jarang menonton film).

Soal sinopsis cerita film ini saya yakin sudah banyak yang membahasnya, jadi percuma jika saya menuliskan ulang. Kalau Anda masih juga ngotot ingin membaca sinopsisnya, bacalah di sini.

Saya cuma bisa mengeluarkan satu kalimat pasca keluar dari gedung bioskop, “Gila ini film keren banget!” Anda boleh bilang saya lebay, tetapi apa yang saya ungkapkan itu jujur dari hati yang paling dalam. Gak banyak film yang bisa bikin saya terkagum-kagum dan ketawa ngakak sekaligus, walau memang pada dasarnya saya jarang nonton film. Tapi film Catatan Harian Si Boy ini (Mari kita singkat menjadi CHSB, capek boi nulisnya) beda. Saya benar-benar salut sama karya perdana sutradara debutan Putrama Tuta ini.

Saya bahkan gak percaya kalau ini hasil karya dari seorang sutradara baru di dunia film Indonesia. Eksekusinya yang luar biasa bahkan sudah bisa membuat Anda ternganga meski film belum lima menit dimulai. Ya, adegan balapan liar yang dilakoni oleh Satrio memang dieksekusi dengan luar biasa oleh Putrama Tuta, dan menghasilkan adegan yang tidak kalah menariknya dengan yang Anda lihat di Fast and Furious.

Satu nilai plus dari CHSB adalah alur cerita yang sama sekali tidak membosankan, tetapi jika ingin menyebut nilai utama yang membuat orang akan menyukai dan ingin menonton film ini untuk kedua kalinya adalah dialognya. Dialog dalam CHSB benar-benar segar, kocak, dan akan membuat Anda terpingkal-pingkal. Bahkan, ketika saya menonton film ini di sebuah bioskop di Jogja, hampir seisi bioskop tertawa sambil bertepuk tangan karena ada dialog yang benar-benar lucu di salah satu bagian film ini. Jarang kan, Anda temui yang seperti ini? Apresiasi khusus buat penulis naskah cerita CHSB: Priesnanda Dwisatria dan Ilya Sigma.

Dialog yang segar tentu akan kurang menarik jika disampaikan dengan kurang tepat oleh aktor-aktornya. Tetapi apresiasi khusus untuk aktor-aktor dalam film ini, terutama empat sahabat yaitu Satrio (Ario Bayu) – Herry (Albert Halim) – Nina (Poppy Sovia) – Andi (Abimana Arya) yang menurut saya menjadi hiburan utama dalam CHSB. Mereka berhasil menghidupkan dialog-dialog segar dalam script tadi dengan sempurna dalam akting mereka, dan membuat dialog dalam film menjadi benar-benar hidup dan menarik.

Dibalik kehebohan tadi, tetap saja ada minus-minus dalam penggarapan film ini. Beberapa bagian dari cerita mungkin terkesan aneh, tetapi dengan banyaknya nilai plus di CHSB bisa membuat penonton melupakan bagian-bagian yang terkesan janggal tadi. Salah satu nilai minus yang membuat saya benar-benar terganggu adalah adegan di mana Natasha (Carissa Puteri) menangis di depan ibunya yang terkulai di atas ranjang rumah sakit. Maaf, Carissa, tetapi adegan ini ‘nggak banget’. Kesan tangis yang dipaksakan benar-benar terlihat dalam adegan ini, dan jujur, saya benar-benar terganggu.

Tetapi laki-laki mana sih yang bisa lama-lama terganggu dengan akting Carissa? Hehehe… CHSB memang cukup adil dalam memperlakukan penontonnya. Jika kaum laki-laki dipersilakan memandang Carissa Puteri dan Poppy Sovia, maka kaum perempuan mendapat ‘pemandangan bagus’ dengan adanya Ario Bayu, yang dalam pandangan kaum perempuan, ‘laki banget’, dan muka bule Paul Foster yang menjadi Nico, pacar Natasha.

Akhirnya, saya hanya bisa mengatakan, “Lo harus banget nonton film ini!” Dan hati-hati, ketagihan. Film ini bisa bikin Anda ingin menontonnya lagi.

Pesan Moral: Buat kaum orang tua yang nggak ingin anaknya terkontaminasi dengan gaya hidup anak muda masa kini dan banyaknya umpatan dalam dialog CHSB, ya jangan dibawa anaknya. =P

Nilai: 4,5 / 5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s