Akhir Sebuah Penantian Panjang: THE RAID

Saya mengenal film The Raid ketika sedang iseng-iseng browsing di internet di selasar MBRC, FISIP UI, sekitar satu tahun yang lalu. Saat itu, saya membuka sebuah artikel menarik yang menyebutkan bahwa ada sebuah film Indonesia yang mulai menarik perhatian pengamat film dunia dan akan diputar di beberapa festival film dunia. Karena penasaran, saya pun memutar trailer dari film tersebut, dan seketika itu juga, saya jatuh cinta. Trailer film ini (yang saat itu masih berjudul ‘The Raid (Serbuan Maut)’ dan belum ada embel-embel ‘Redemption’) sukses membuat saya berkata ‘wow’ saat itu juga. Dan saat itu juga, saya langsung memberikan label “WAJIB TONTON” buat film garapan sutradara asal Wales yang juga membuat Merantau, Gareth Evans.

Saya pun kecewa ketika mengetahui bahwa The Raid belum akan ditayangkan di bioskop-bioskop komersial sampai tahun 2012, saya lupa alasannya apa. Namun rasa penasaran saya terus bertambah besar setelah The Raid sukses membuat banyak pencapaian positif, seperti memenangi gelar Audience Choice Midnight Madness Award di Toronto Festival, dan juga menjadi salah satu film pilihan di Sundance Film Festival dan SXSW Film Festival. Apalagi membaca review orang yang menonton film ini di festival tersebut……. Rasanya seperti ingin menggaruk layar monitor saat itu juga. 😀

Harapan sempat ada ketika kabarnya The Raid akan ditayangkan di sebuah festival film di Jogja. Sayangnya, festival tersebut diadakan pada Desember, tepat sebelum ujian akhir semester digelar. Harapan untuk menonton film ini juga hadir ketika The Raid pun diputar di iNAFFF 2011. Namun, lagi-lagi, masalah kuliah mengganjal keinginan saya untuk segera menonton film ini.

Dan akhirnya kesempatan itupun datang hari ini. Sebenarnya, beberapa hari yang lalu saya memenangi tiket nonton gratis The Raid dari Trax Magazine, sayangnya acara nonton bareng itu baru akan dilaksanakan pada hari Senin mendatang di Plaza Senayan. Berhubung saya sudah tidak sabar untuk menonton film ini, dan daripada terlalu penasaran terhadap film ini, maka saya pun memutuskan untuk menontonnya hari ini juga. Kebetulan, saya sore ini menginap di Bekasi, dan di kota satelit ini The Raid sudah diputar di 21 (Di Depok malah nggak ada *sigh*)

Dan saya pun tidak menyesali keputusan saya untuk keluar uang banyak (termasuk karena salah beli popcorn) untuk menonton The Raid. Totally worth it!

Sepanjang film, yang saya lakukan hanya nyengir, takjub, terkadang merinding atau menghentak-hentakkan kaki, dan berulang kali mengucapkan, “Anjrit! Keren!” atau “Oh my God!” dan kata-kata semacamnya. Film ini memang luar biasa!

Gareth Evans sukses menyuguhkan sebuah film action yang benar-benar action, tanpa embel-embel drama yang terlalu dalam atau dialog yang terlalu panjang. Tak perlu berpikir untuk menontonnya, Anda hanya perlu menikmati tiap tembakan, pukulan, tusukan, dan tiap tetesan darah yang menghiasi hampir sepanjang film ini. Aksi silat Iko Uwais (Rama) begitu indah, cara membunuhnya pun cukup sadis, dan pertarungan yang terjadi sangat brutal. Singkat kata, The Raid berhasil mencapai titik maksimum dari film action. Luar biasa dan fantastis barangkali adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan film ini.

Menarik menyimak komentar salah seorang user bernama c0up di Rotten Tomatoes (statusnya Super Reviewer). ” Violence has never been portrayed in such a beautiful, poetic and brutal manner!” Dan saya benar-benar menyetujui komentar ini.

Pada akhirnya, saya hanya bisa berharap film ini bisa meraih sukses tak hanya di Indonesia, tapi juga dunia. Rasanya akan luar biasa apabila film yang dikatakan oleh Evans sendiri bahwa film ini adalah film Indonesia, bisa duduk dalam daftar Top Box Office. Kebetulan, film ini juga dirilis di Amerika Serikat dan Australia pada tanggal 23 Maret ini.

Dan saya pun akan menontonnya lagi pada Senin nanti. 😀

Pesan buat yang menonton: jangan bawa anak kecil. Lucu rasanya melihat beberapa orang tua yang mengajak anaknya menonton film ini di bioskop yang sama di tempat saya menonton tadi akhirnya mengajak si anak keluar di tengah film karena adegan kekerasan yang terlalu brutal. Inilah akibatnya tidak mengindahkan rating film yang jelas-jelas sudah dicantumkan: D (Dewasa).

Advertisements

2 thoughts on “Akhir Sebuah Penantian Panjang: THE RAID

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s