Fenomena Buku Traveling

Entah kapan tepatnya fenomena ini mulai terjadi. Yang pasti, dalam beberapa tahun terakhir, gue merasa bahwa munculnya buku-buku mengenai traveling udah jadi fenomena tersendiri; jenis buku ini kian menjamur seiring juga dengan kian menjamurnya fenomena traveling di masyarakat Indonesia.

Fenomena traveling ke luar negeri oleh masyarakat Indonesia sendiri menurut gue bisa muncul akibat makin banyaknya rangsangan tawaran-tawaran menggiurkan yang disodorkan oleh maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia. Siapa yang gak tergiur sih dengan tiket murah seperti yang biasa ditawarkan maskapai penerbangan murah seperti Air Asia atau Tiger Airways? Dengan 200rb kita udah bisa sampai Singapore? Ah, pasti nggak ada yang menolak.

Apalagi, kini udah makin banyak orang yang ingin ikut arus fenomena ini. Entah itu karena kebutuhan eksistensi diri sendiri (baca: karena pengen foto-foto dengan background tempat wisata di luar negeri), atau murni karena ingin ngeliat tempat-tempat baru yang selama ini cuma bisa diliat di tv. Menurut gue, traveling bahkan udah jadi semacam lifestyle tersendiri. Fenomena inilah yang kemudian ditangkap sama penerbit-penerbit buku yang kemudian dengan gencarnya menawarkan buku-buku soal tempat wisata luar negeri, tips dan trik pas traveling, atau novel yang berbasis kegiatan traveling (Ada yang tau novel “Traveller’s Tale: Belok Kanan, Barcelona!”?).

Dan fenomena itulah yang menarik perhatian gue pas mengunjungi Gramedia Depok tadi sore….

Ini baru satu rak. Masih ada satu-dua rak lain yang isinya serupa. Nah, Anda mau ke mana? Silakan pilih buku-buku tersebut dan belajar soal traveling dari sana.

Sebenernya, beli buku untuk persiapan travelling itu bukan hal yang wajib juga. Toh di internet informasi soal tempat-tempat wisata terkenal di suatu negara udah banyak banget. Tinggal pinter-pinter nyari aja. Tapi beli buku juga sah-sah aja. Kalau ada yang lebih simpel, kenapa harus ribet, ya kan?

Ngomong-ngomong, setelah sekian lama, gue akhirnya mengunjungi bagian komik di toko buku. Dan bener-bener kaget pas tau kalo harga komik sekarang udah 17 ribu rupiah. Ya Tuhan, dulu gue beli komik Kung Fu Boy bahkan nggak sampe lima ribu rupiah, lho. Inflasi!

Bahkan komik-komik kayak Slam Dunk dengan tampilan baru kayak ini harganya udah 20rb. Keinginan gue untuk mulai ngoleksi komik-komik yang gue suka pun harus layu sebelum berkembang.

Ada yang minat demo Elex Media buat nurunin harga komik?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s