Kapan K-Pop Akan Mengakhiri Masa Kejayaannya?

Kapan K-Pop turun tahta dan keadaan kembali normal seperti sediakala?

Rasanya pertanyaan tersebut terus menggema dalam hati dan pikiran orang-orang yang sudah jengah dengan semakin merebaknya demam musik pop Korea Selatan yang digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Ada perasaan muak, atau sekedar lelah, yang barangkali muncul dalam hati mereka-mereka yang sama sekali tidak terinfeksi virus K-Pop, apalagi ketika melihat ke sana-sini dan menemukan orang-orang dengan riang gembira menyanyikan lagu-lagu dari boyband/girlband asal Korea, tak jarang sambil mempraktikkan gerakan tariannya.

Demam K-Pop memang semakin meraja di masyarakat Indonesia dalam dua tahun terakhir. Anda bisa salahkan Super Junior dan Girls’ Generation, dua boyband/girlband yang, saya pribadi anggap, merupakan “duta besar” K-Pop Wave di Indonesia. Bisa dibilang keduanya merupakan boyband dan girlband paling terkenal di negeri ini, berkat publikasi media yang tinggi dan karena YouTube yang semakin mudah diakses oleh masyarakat kita. Oh, dan tentu saja, berkat ketampanan dan kecantikan para anggotanya.

Virus K-Pop sendiri sebenarnya datang lebih telat dibandingkan virus Hallyu Wave lainnya yang sudah lebih dahulu masuk ke negeri ini, yaitu virus drama Korea. Virus ini bahkan sudah menghampiri ibu-ibu rumah tangga dan para gadis remaja sejak beberapa tahun yang lalu. Keduanya pun kini saling melengkapi, bersama dengan virus dari Korea lainnya: virus variety show.

Oke, mari kembali ke topik awal kita.

Kita sudah melihat bagaimana pamor J-Music (musik-musik populer dari Jepang) di Indonesia pun akhirnya merosot setelah pernah meraih kejayaan mereka di kalangan anak muda negeri ini beberapa tahun yang lalu. Hal yang sama pun diprediksi akan terjadi pada K-Pop, karena seberapa hebatnya pun musik-musik Korea ini, pada akhirnya akan ada masa di mana jenis musik ini akan surut pamornya. Tetapi kapan hal itu akan terjadi? Sulit diprediksi.

Beberapa dari kita mungkin beranggapan bahwa jenis musik ini akan surut pamor dalam waktu dekat karena boyband/girlband baru di dunia K-Pop yang muncul akhir-akhir ini hanya mengekor kejayaan boyband/girlband yang sudah mendunia seperti Super Junior, Girls’ Generation, Big Bang, 2NE1, atau 2PM. Artinya, tidak ada kebaruan dari generasi “penerus” ini, selain tentunya tampang-tampang yang lebih fresh dan semangat yang lebih tinggi. Pada akhirnya, akan muncul rasa bosan di masyarakat Indonesia, karena musik yang ditawarkan oleh K-Pop pada akhirnya hanya begitu-begitu saja.

Tentu pendapat tersebut sangat masuk akal. Tetapi harus diingat juga, bahwa K-Pop selama ini tidak “hidup sendiri”. Jika kita amati, popularitas K-Pop di Indonesia saat ini juga terbantu oleh hal lainnya, seperti misalnya variety show. Di Indonesia, salah satu variety show Korea yang paling dikenal adalah Running Man. Jujur saja, saya pun akhirnya benar-benar tertarik pada dunia musik Korea karena mengikuti salah satu variety show Korea terpopuler di tahun 2011 dan 2012 tersebut. Dan saya yakin, di antara penggemar K-Pop lainnya pun, pasti ada yang bernasib serupa seperti saya.

Variety show hanyalah salah satu contoh bahwa ada penopang lain untuk mengangkat popularitas K-Pop selain musik K-Pop itu sendiri. Harus diakui, salah satu penyebab mengapa K-Pop bisa begitu populer adalah karena di Korea Selatan sana, boyband/girlband bukan hanya memiliki peran sebagai penyanyi saja, tetapi juga sebagai entertainer. Inilah yang membuat K-Pop bisa memiliki “identitas” yang kuat, yang membuat popularitasnya begitu meroket.

Siapa yang bertanggung jawab akan hal tersebut? Tentu industri televisi Korea Selatan sendiri dan para agensi-agensi artis-artis K-Pop sana, misalnya SM Entertainment. Selama kedua pihak tersebut masih memiliki kreativitas yang tinggi dalam “mengemas” artis-artis mereka, rasanya para penggemar K-Pop tidak akan pergi dengan mudah, tak peduli meskipun musik mereka pada dasarnya hanya begitu-begitu saja.

Lagipula, meskipun generasi baru boyband/girlband yang muncul akhir-akhir ini tidak memiliki identitas sekuat para pendahulunya yang sudah mendunia, toh generasi pendahulu ini (SuJu, Girls’ Generation, Shinee, Big Bang, 2NE1, TVXQ!, Wonder Girls dan 2PM tentu masuk ke dalam golongan ini) masih memiliki usia produktif yang masih panjang. Misalnya saja, jika usia produktif seorang anggota girlband di K-Pop adalah 29-30 tahun, maka para personel Girls’ Generation masih bisa berkarya hingga enam atau tujuh tahun ke depan. Selama generasi pendahulu ini tetap berkarya, sepertinya selama itu juga K-Pop akan tetap kuat.

Fakta di atas pun akhirnya membuat pertanyaan kapan masa kejayaan K-Pop akan berakhir menjadi kian sulit dijawab. Yang pasti, sepertinya tidak dalam satu-dua tahun ke depan. Jadi, bersabarlah, para K-Pop Haters.

Foto diambil dari Yeppopo (http://yeppopo.wordpress.com/2011/03/27/top-5-kpop-boy-band-girl-band-by-french-speaking-fans/)

Advertisements

2 thoughts on “Kapan K-Pop Akan Mengakhiri Masa Kejayaannya?

  1. Ini bukan salah super junior salahkan saja girls generation aku bukan pecinta k-pop, tp berdasarkan fakta yang saya selidiki sudah banyak perjuangan super junior, jadi saya tekankan jangan meyalahkan super junior

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s