Kenapa Kita Harus Selalu Ke Mall?

Sebenarnya, mana yang lebih mempengaruhi: apakah mall yang “memaksa” kita untuk terus datang ke sana karena tidak punya pilihan hiburan lain di kota besar ini, atau kita yang terlalu malas untuk mencari hiburan alternatif selain pergi ke mall dan mengunjungi kafe-kafe atau bioskop yang ada di dalamnya?

Entahlah, saya tidak tahu. Yang saya tahu pasti adalah, begitu mudahnya kita “melarikan diri” ke mall ketika kita membutuhkan hiburan untuk menghapus kebosanan yang timbul akibat rutinitas sehari-hari. Seakan tidak ada tempat hiburan alternatif lain untuk dikunjungi.

Contohnya seperti yang saya alami siang ini. Ketika saya sedang bosan menghabiskan waktu di kamar karena tidak ada pekerjaan lain selain yang harus dikerjakan di laptop, saya segera pergi ke mall terdekat untuk sekedar duduk menikmati wi-fi dan kopi sambil berselancar di dunia maya. Tak peduli meskipun sebenarnya isi kantong saya sedang cekak karena akhir-akhir ini sedang senang-senangnya menonton film di bioskop.

Apakah tidak ada tempat lain yang bisa jadi alternatif ketika kita merasa bosan? Tentu saja ada. Di Jalan Margonda, Depok, misalnya, ada beberapa kafe lain yang juga enak untuk nongkrong tak jelas seperti yang saya lakukan saat ini, misalnya Zoe dan Kafe Buku. Tetapi, lagi-lagi, karena tempat pertama yang muncul di otak saya adalah mall, saya pun menyeret langkah saya ke dalam mall ini, dan terduduk di sudut sebuah coffee shop.

Mungkin kita yang memang terlalu malas untuk mencari, dan lebih senang pergi ke mall karena (hampir) semuanya ada di sini. Lengkap, tak perlu berpanas-panas ria mencari cafe lain di luar sana. Atau mungkin mall memang sudah menguasai otak kita dengan semacam kesadaran palsu bahwa setiap kali bosan, kita harus pergi ke sini.

Advertisements

One thought on “Kenapa Kita Harus Selalu Ke Mall?

  1. saya (harus) ke mall, karena ga ada ruang publik lain yang lebih nyaman selain mall.
    ga ada taman yang aman dari todong/pengemis dan bebas asap rokok
    ga ada bangku pinggir jalan yang bebas dari coretan, pedagang asongan, peminta-minta, dan terhindar dari pemotor & asap kendaraan bermotor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s