Mengagumi Sihir Stage Act Coldplay Lewat “Coldplay: Live 2012”

Dari: iconcerts.com

Saya selalu ingat bagaimana saya sangat terpana ketika menghadiri konser SMTown Jakarta 2012 lalu di Stadion Gelora Bung Karno. Bukan karena penampilan artis-artisnya, yang memang saat itu biasa-biasa saja, melainkan karena pendaran cahaya lightstick yang dibawa oleh para penonton yang kemudian saya nilai sebagai sajian utama konser tersebut.

Di awal konser, ketika lampu di stadion di matikan dan hanya menyisakan lampu dari panggung, sinar lightstick begitu jelas dan membuat saya cepat-cepat mencari spot yang bagus untuk merekamnya dengan kamera.

20120922_183258Tetapi ternyata apa yang terjadi di Senayan saat itu bukan apa-apa. Pemandangan yang lebih spektakuler saya saksikan di film-konser Colplay “Live 2012” yang memang baru dirilis pada November 2012 lalu. Dalam film berdurasi sekitar satu setengah jam dan mengumpulkan video dari beberapa konsernya di tahun 2012 (ada juga yang direkam pada akhir tahun 2011) tersebut, Coldplay membuat sebuah atraksi yang lebih menawan, sebagaimana yang terlihat di gambar di bawah ini.

Pemandangan keren dari atas panggung (dari @Coldplay)

Rahasianya ada pada gelang yang dinamakan Xylobands, mengacu pada judul album Colplay, Mylo Xyloto. Xylobands adalah sebuah gelang dengan lampu LED berwarna-warni di dalamnya, di mana masing-masing gelang memiliki warna yang berbeda-beda. Gelang ini diberikan kepada para penonton di beberapa konsernya ketika tur dunia untuk album Mylo Xyloto selama tahun 2012 ini, termasuk di Paris dan London. Pihak Coldplay membagikan gelang tersebut ketika para penonton masuk ke arena konser dan meminta mereka menggunakan gelang tersebut selama konser dan hasilnya……. sebuah parade lampu berwarna-warni menjadi pemandangan yang luar biasa indah di konser salah satu band terpopuler (dan terbaik) di dunia saat ini.

Yang hebat dari gelang tersebut adalah, nyala lampu LED yang ada di dalam gelang bisa diatur dengan gelombang radio. Hasilnya, ketika konser, lampu dari gelang bisa dimatikan di beberapa lagu, dan dihidupkan di lagu-lagu yang lain, yang memang cocok dengan lampu berwarna-warni itu. Dalam Live 2012, diperlihatkan bagaimana seorang operator lampu gelang tersebut menghidupkan lampu di gelang para penonton dengan sebuah laptop.

Dan nyala lampu berwarna-warni dari Xylobands itulah yang bisa dibilang sebagai bagian paling menakjubkan dari film-konser Live 2012.

Pemandangan hebat itu bahkan sudah bisa dilihat sejak awal film, yang dibuka dengan lagu “Hurts Like Heaven”. Dari gambar yang diambil dari atas stadion tempat konser dilangsungkan, nyala lampu dari gelang para penonton itu terlihat seperti ribuan kunang-kunang yang bisa menghasilkan warna-warni.

Tetapi bagian terbaik dari Xylobands itu di film-konser Live 2012 muncul ketika Coldplay menyanyikan Charlie Brown (diambil di Paris, September 2012). Sebelum lagu dimulai, Chris Martin meminta para penonton mengangkat tangan mereka semua, kemudian memberikan kode bagi pengatur lampu untuk menyalakan lampu di wristband para penonton. Chris sampai bergumam, “Jesus…”, sebagai tanda kekagumannya ketika lampu gelang dihidupkan. Tetapi pemandangan itu memang terlalu luar biasa, dan bagi saya, itulah bagian terhebat dari parade warna-warni Xylobands di Live 2012.

Live 2012 sendiri seakan menjadi sebuah pembuktian bahwa Coldplay merupakan band dengan stage act terbaik saat ini). Mereka seakan sadar bahwa di konser, musik bukan satu-satunya yang dicari oleh penonton, melainkan sajian visual yang bisa memberikan para penonton pengalaman yang tak terlupakan. Dan mereka sukses memberikannya (meski tak di semua konser, tentu). Xylobands adalah salah satunya, yang menurut Guy Berryman (Bass) merupakan bagian dari eksperimen band dan manajemen untuk membuat konser menjadi berbeda. Tetapi tak hanya Xylobands: Coldplay juga memiliki sajian lain berupa semburan kertas-kertas kecil yang sudah mereka lakukan di konser-konser sebelum era tur Mylo Xyloto. Saya pernah memperhatikan bagaimana kertas-kertas kecil yang disemburkan di konser itu pernah berbentuk kupu-kupu (sepertinya di era LeftRightLeftRight), sedangkan saat ini (sepertinya) berbentuk huruf M dan X. Oh, jangan lupakan juga soal sinar laser yang selalu menakjubkan, balon-balon yang dilemparkan ke para penonton, dan kembang api – yang terakhir adalah sajian mainstream di hampir setiap konser band di dunia.

Apa yang membuat stage act Coldplay spesial adalah keinginan mereka untuk membuat fans menjadi bagian dari konser, bukan hanya penonton semata. Dan Xylobands adalah salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut. “We always wanted to make the audience part of the show,” kata Berryman dalam satu bagian wawancara di Live 2012. “It’s about everyone. It’s not just about us and the kind of really fanatical people in the front. It’s about getting everyone involved. And I think the wristband idea has just progressing of that tought. Everyone can be a part of the show. We can make every single person part of the lighting production by having a little light on their wrist.”

Dan Live 2012 menjadi pembuktian bahwa Coldplay sukses melakukannya. Bahkan tak hanya membuat takjub para penonton konser itu: mereka yang hanya menonton lewat Live 2012 pun pasti merasa terkesan stage act Coldplay.

Sekarang tinggal menanti kapan mereka mau tampil di Indonesia.

Advertisements

One thought on “Mengagumi Sihir Stage Act Coldplay Lewat “Coldplay: Live 2012”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s