Melihat Kembali 2012

21-12-2012Saya sudah berikrar untuk tidak lagi membuat resolusi tahun baru, karena merasa membuat resolusi adalah hal yang percuma: saya akan melupakannya dalam waktu satu atau dua minggu sejak dibuat. Itulah yang terjadi di awal 2012 lalu, dan satu tahun sebelumnya. Untuk apa membuat rencana yang pada akhirnya hanya akan dilupakan?

Sebagai gantinya, saya membuat semacam catatan akhir tahun. Mengingat kembali apa yang telah saya lakukan, apa yang belum saya lakukan, dan apa yang bisa dipelajari dari kehidupan saya selama satu tahun kemarin.

Sulit menilai apakah tahun 2012 adalah benar-benar tahun yang menyenangkan atau tidak, karena kedua hal itu larut menjadi satu tanpa bisa saya pilah kembali, apalagi dengan ingatan buruk seperti yang saya miliki. Yang pasti, ada banyak perubahan yang saya rasakan di tahun 2012 ini, dan menjadi pertanda bahwa kehidupan saya ternyata tak terlalu monoton.

Perubahan yang paling terasa tentu di sektor pekerjaan. 2012 adalah tahun di mana saya bisa mengambil keputusan berani: keluar dari nyamannya tempat yang kerja yang lama dan menemukan yang baru.

Bukan hanya karena tidak saya tidak menemukan kembali kenyamanan bekerja di tempat yang lama karena beberapa masalah yang tentu tidak patut saya ceritakan di sini, tetapi juga karena saya merasa perlu mencari pengalaman baru dan merasakan pekerjaan yang berbeda dengan pekerjaan yang selama ini saya jalani. Bagaimanapun, saya masih dalam masa pencarian jenis pekerjaan yang benar-benar cocok dengan diri saya.

Keputusan yang saya ambil itu juga berpengaruh terhadap hal lain dalam hidup saya. Misalnya saja, dalam hal blogging. Berkat keputusan yang saya ambil dengan nekat dan emosi tersebut, blog saya kembali hidup. Bagi saya, ini adalah hal yang amat menyenangkan, walau saya tidak tahu kenapa.

Saya pun kini bisa sedikit menjauh dari sepakbola, dan menikmati kembali hal-hal lain yang juga saya sukai seperti buku, film, dan musik.

Tahun 2012 (semoga) merupakan tahun terakhir saya berstatus mahasiswa. Melegakan, tetapi juga menyedihkan: lega karena masa kuliah akan segera berakhir, sedih karena itu berarti saya akan segera berpisah dengan teman-teman baik saya selama kuliah.

Ada banyak kenangan yang sudah dibuat, ada pula yang belum sempat diukir. Ada banyak syukur yang mesti terucap, meski tak sedikit penyesalan yang harus hadir.

2012 adalah tahun yang sepi, karena di tahun keempat kuliah, intensitas bertemu dengan teman-teman kampus semakin sedikit akibat kesibukan yang berbeda-beda akibat semakin minimnya mata kuliah yang harus diambil.

2012 adalah tahun penuh kegalauan soal masa depan: apa yang akan saya lakukan setelah lulus? Kerja di mana? Kejar mimpi atau materi? Dan segala kegalauan lain. Kegalauan yang sepertinya masih akan berlangsung hingga tahun depan.

Love life? Masih seperti dulu: masih menunggu. Tanpa tau pasti apa yang sebenarnya saya nanti.

Semoga 2013 akan lebih baik daripada tahun 2012 kemarin.

Advertisements

One thought on “Melihat Kembali 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s