Banana Pancake Trail: Perjalanan Pun Dimulai

Backpack - TripAkhirnya liburan juga. Liburan yang sebenarnya: tanpa laptop dan deadline yang menghantui setiap harinya. Inilah untuk pertama kalinya sejak lebih dari dua tahun yang lalu, saya liburan tanpa dihantui pekerjaan.

Dan traveling ke beberapa kota sekaligus di kawasan Asia Tenggara menjadi pilihan untuk mengisi waktu libur ini.

Saya memang selalu memendam hasrat untuk berjalan-jalan, dan menurut saya inilah saat yang tepat untuk melakukannya: ketika tabungan sudah cukup dan perkuliahan sudah selesai. Kenekatan juga ikut ambil bagian dalam traveling kali ini, karena saya memesan tiket keberangkatan dan kepulangan sejak April lalu, masa di mana saya tidak tahu pasti kapan waktu wisuda, kapan mengurus tetek bengek kelulusan, atau bahkan kapan UAS akan dilaksanakan.

Selalu ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi jika kita memesan tiket bepergian sejak jauh-jauh hari. Bisa jadi tiba-tiba ada urusan yang harus dilakukan atau ada hal lain yang menghalangi sehingga traveling harus dibatalkan. Diperlukan rasa nekat yang cukup tinggi untuk memesan tiket traveling jauh-jauh hari.

Dua teman saya, Nicky dan Sasri, akhirnya batal ikut karena ada urusan masing-masing yang tidak bisa ditinggalkan. Rencana perjalanan saya sendiri tidak berjalan mulus: saya beberapa kali dilanda keraguan untuk jadi pergi karena ada ketakutan bahwa saya akan harus mengurus sesuatu terkait kelulusan di antara tanggal 8-22 Januari 2013, yang imbas terburuknya bisa membuat saya harus menambah satu semester lagi jika memaksakan diri untuk pergi.

Ketakutan atau kekhawatiran itu sendiri tetap ada hingga hari ini, karena tidak pastinya masalah pengurusan kelulusan dari UI.

Tapi, sekali lagi, kenekatan memang diperlukan. Pun itu yang saya lakukan saat ini: tetap pergi di tengah ketidakpastian soal kelulusan tadi. Imbasnya, ada kekhawatiran bahwa nanti di tengah perjalanan, saya harus kembali secepatnya ke Indonesia karena mengurus kelulusan tadi.

Tapi semoga hal itu tidak terjadi. Amit-amit.

Hari pertama trip cukup menyenangkan. Bertemu dengan petugas hostel bernama Syila yang amat senang berbicara, Yann dari Jerman yang amat ramah, James dari Inggris, dan seorang guide dari Indonesia bernama Ayin. Menemukan hostel ini sendiri berjalan cukup menyebalkan: saya harus berputar ke sana ke mari di sekitar Petaling Street dengan backpack besar di punggung.

Bertemu dengan orang-orang itu, memberikan kebahagiaan tersendiri. Ada perasaan senang karena bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai negara yang ternyata ramah dan menyenangkan untuk diajak bicara. Bertemu dengan mereka juga membuat saya berpikir bahwa keputusan untuk pergi adalah tepat.

Perjalanan ini sendiri dinamakan Banana Pancake Trail. Ini adalah sebutan (entah sejak kapan munculnya) untuk sebuah trip di kota-kota tujuan wisata di kawasan Asia Tenggara. Istilah ini, konon katanya, muncul karena beberapa hostel yang ada di awal booming backpacker dari barat biasa menyediakan sarapan berupa pancake pisang. Jadilah istilah untuk trip ke sekitar Asia Tenggara ini dinamakan pancake pisang.

Aneh? Hmmm… Begitulah.

Tetapi lumayan cocok untuk kok untuk trip kali ini. Setidaknya rute yang Insya Allah akan kami ambil memang berbentuk pisang: dari KL di selatan lalu memutar ke Ho Chi Min City di timur.

Semoga 14 hari ke depan akan sama menyenangkannya. Mengenai kelulusan? Que sera sera.

Have a nice holiday, everyone! 😀

Advertisements

13 thoughts on “Banana Pancake Trail: Perjalanan Pun Dimulai

  1. Pingback: Banana Pancake Trail: Betapa Menyenangkannya Ho Chi Minh City | @ekkyrezky

  2. Pingback: Banana Pancake Trail: Menikmati Pizza Ganja Di Phnom Penh | @ekkyrezky

  3. Pingback: Banana Pancake Trail: Terpukau Oleh Magisnya Temples of Angkor | @ekkyrezky

  4. Pingback: Banana Pancake Trail: Buruknya Kesan Pertama Kamboja | @ekkyrezky

  5. Pingback: Banana Pancake Trail: Bangkok, Titik Tengah Perjalanan Kami | @ekkyrezky

  6. Pingback: Banana Pancake Trail: Phuket | @ekkyrezky

  7. Pingback: Banana Pancake Trail: Menuju Phuket | @ekkyrezky

  8. Pingback: Banana Pancake Trail: Tersesat di Kajang | @ekkyrezky

  9. Pingback: Banana Pancake Trail: Kuala Lumpur | @ekkyrezky

  10. Pingback: Banana Pancake Trail: Menikmati Pho Terenak Di Dunia Di Dalat | @ekkyrezky

  11. Pingback: Banana Pancake Trail: Soal Bujet, Perencanaan, Dan Hostel | @ekkyrezky

  12. Pingback: Banana Pancake Trail: Epilog | @ekkyrezky

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s