2+1

Manusia berarti ketika dia ada. Ketika eksistensinya nyata dan diakui orang-orang di sekitarnya. Karena itu, salah satu hal yang paling “mengerikan” di dunia ini adalah ketika kita masih hidup, tetapi eksistensi kita dilupakan oleh orang lain.

Jika itu terjadi, mungkin itu artinya kita tidak terlalu berarti lagi. Ada, ataupun tiada. Dan bagi saya, itu adalah salah satu hal yang paling mengerikan (dan pastinya menyakitkan).

Ngomong-ngomong, saya teringat ajaran seseorang dulu. Katanya: “Ada kalanya sebuah operasi matematika tidak perlu disimpulkan menjadi hasil akhir”. Kurang lebih begitu. Saya jadi berpikir: berarti 2+1 mungkin tidak harus selalu dijumlahkan sehingga muncul hasil akhir 3. Tetapi mungkin ada kalanya 2+1 = 2+1.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s