Banana Pancake Trail: Kuala Lumpur

Postingan sebelumnya:
Banana Pancake Trail: Perjalanan Pun Dimulai

Seperti yang telah saya tulis di postingan sebelumnya, tanggal 8-22 Januari 2013 kemarin saya akhirnya saya mewujudkan salah satu impian saya semasa kuliah,yaitu backpacking ke beberapa negara sekaligus.  Dalam waktu sekitar dua minggu kemarin, saya dan dua orang teman, yaitu Uli dan Niken, mengunjungi empat negara sekaligus yakni Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Delapan kota sekaligus direncanakan untuk kami kunjungi, yaitu Kuala Lumpur, Penang, Phuket, Bangkok, Siem Reap, Phnom Penh, Ho Chi Minh City, dan Dalat. A long trip in the short time. Anda bisa bayangkan perjalanan ini akan amat melelahkan.

Perjalanan dimulai dari Kuala Lumpur. Menggunakan Air Asia, kami mendarat di LCCT (Low Cost Carrier Terminal – semua pesawat Air Asia yang datang ke KL akan mendarat di terminal yang lebih mirip seperti pabrik ini), dan langsung menuju pusat kota Kuala Lumpur menggunakan bus. Bus-bus ini banyak tersedia di bagian luar terminal, dengan harga karcis berkisar 8-9 RM. Dengan waktu perjalanan sekitar 1 – 2 jam, kita akan diturunkan di KL Sentral, semacam stasiun pusat dari bebagai jenis kereta di KL.

Dari KL Sentral, kita bisa menggunakan monorail atau LRT untuk menuju kawasan Bukit Bintang – Pudu Raya – Petaling, kawasan penginapan murah bagi turis-turis asing di KL. KL sudah memiliki mesin tiket otomatis dengan dual bahasa sehingga mudah digunakan bahkan oleh turis asing sekalipun. Jika masih bingung, tetap ada petugas di loket yang akan melayani, walau tentu tak selamanya ramah.

Kami menginap di sebuah hostel bernama Transit Point Bed & Breakfast di kawasan Petaling. Agak sulit menemukan hostel ini karena letaknya di pojok dan tak terlihat seperti hostel – dari luar malah seperti rumah atau ruko tua yang sudah tak digunakan. Siapa sangka di dalamnya disulap menjadi sebuah hostel yang walaupun tak besar namun cukup nyaman.

Kuala Lumpur sejujurnya bukanlah kota menarik untuk dikunjungi berkali-kali. Saya sudah dua kali ke sana, sama-sama untuk menonton Chelsea, dan percayalah, jika Anda sudah mengunjungi Twin Tower Petronas/KLCC, Bukit Bintang, Merdeka Square, KL Tower, dan Petaling, Anda akan merasa seperti sudah melihat seluruh KL.

Mengelilingi tempat-tempat yang saya sebut di atas bisa dilakukan dengan berjalan kaki, namun untuk mempermudah turis, kini KL sudah memiliki shuttle bus gratis. Ada dua rute yang dilalui oleh bus gratis ini, dan hebatnya pas melewati semua tempat yang saya sebut di atas. Selain berjalan kaki dan bus, kita juga bisa menggunakan Monorail atau LRT, namun tak semua tempat dilalui jalur dua jenis kereta itu.

Jika ada satu hal yang saya lewatkan di kunjungan ketiga kali ke Kuala Lumpur kemarin, itu adalah acara duduk-duduk santai tak jelas di depan air mancur belakang KLCC. Biasanya, setiap sore taman itu penuh dengan orang, karena memang suasananya yang enak untuk duduk-duduk santai. Kemarin hanya sempat menyambangi air mancur di sisi lain KLCC, tempat biasanya turis mengambil gambar diri dengan background twin tower.

Jika mengunjungi Kuala Lumpur dan memiliki uang berlebih, bisa coba naik ke atas Menara KL dan jembatan penghubung dua menara Petronas. Tapi bagi Anda yang memiliki bujet terbatas seperti saya, menikmati dari bawah saja sudah cukup. Toh tak ada yang spektakuler dari pemandangan di atas sana, kecuali jika Anda sempat ke puncak Menara KL di malam hari.

Namun pengalaman tak terlupakan di KL bukanlah mengunjungi tempat-tempat di atas. Tetapi justru acara “nyasar” ke Kajang. Karena tujuan kami berikutnya adalah Pulau Penang, kami memutuskan untuk menggunakan kereta malam ke sana. Kereta berangkat dari KL Sentral sekitar pukul 11 malam, jadi kami harus tiba di KL Sentral sekitar pkl setengah 11 malam. Kami berhasil tiba di KL Sentral tepat waktu, dan langsung menuju loket penjualan tiket di lantai dua. Membeli tiket kereta ke Penang setengah jam sebelum keberangkatan sebenarnya bukan hal yang direkomendasikan, namun beruntung kami tetap bisa mendapatkan tiket. Harga tiket 34 RM, dan seharusnya tiba di Butterworth pkl setengah 6 pagi. Butterworth adalah sebuah kota di dataran Malaysia yang berseberangan dengan Penang, dan setibanya di sana, kami bisa menggunakan kapal ferry untuk menyeberang ke Pulau Penang. Kebetulan terminal bus, stasiun kereta, dan pelabuhan ferry di Butterworth memang berdekatan, jadi bukan masalah berarti.

Sayangnya, saya membuat kesalahan dengan lupa menanyakan di platform berapa kereta akan berangkat. Permasalahannya adalah kami menemukan dua platform, dan dua-duanya digunakan oleh kereta dengan arah yang berbeda di jam yang sama. Satu platform digunakan oleh kereta menuju Butterworth, dan satu lagi diisi oleh kereta menuju Singapura. Karena malas naik ke atas untuk menanyakan platform mana yang benar, kami pun menanyakan ke beberapa petugas restorasi yang kebetulan lewat. Ia mengatakan bahwa kereta di platform 1 adalah kereta menuju Singapura, sedangkan kereta menuju Butterworth ada di platform 2. Kami bertanya sampai tiga kali ke tiga orang yang berbeda, dan jawabannya sama. Bahkan ketika kami menanyakan ke petugas yang mengecek karcis sebelum masuk kereta, ia menunjuk kereta di platform 2. Kami pun dengan tenang masuk ke kereta.

Masalah timbul ketika dua orang petugas (seorang berseragam layaknya petugas biasa, sedangkan yang satu lagi menggunakan topi seperti seorang kapten) datang memeriksa karcis. Mereka dengan tenang mengatakan bahwa kereta yang kami tumpangi adalah kereta menuju Singapura, dan kereta yang menuju Butterworth ada di platform 1. Kami kaget, dan panik. Bagaimana nasib kami berikutnya?

Kapten yang memeriksa kami kemudian mengatakan bahwa kami akan diturunkan di Kajang, stasiun pertama di mana kereta ini akan berhenti. Jelas kami tak tahu Kajang itu di mana, atau kota macam apa. Kebetulan ada seorang asal Indonesia yang sudah 20 tahun tinggal di Malaysia duduk di kursi belakang kami, dan ia menyarankan agar kami menginap semalam di Kajang, baru kemudian kembali ke Kuala Lumpur dengan kereta keesokan paginya. Ia, dan juga sang kapten, memastikan bahwa tidak ada kereta kembali ke KL malam itu juga, apalagi menuju Butterworth. Saat itu memang sudah hampir tengah malam.

Saya pribadi lemas. Bukan apa-apa, karena saya yang membeli tiket kereta, ada perasaan bersalah karena saya lah yang menyebabkan kami salah kereta akibat lupa menanyakan platform kereta yang benar. 34 RM kami terbuang sia-sia. Dan karena bujet kami memang terbatas, 34 RM sebenarnya amat berarti buat kami. Lalu bagaimana dengan jadwal perjalanan kami yang kini harus berubah lagi karena peristiwa “nyasar” ini? Semua hal itu menimbulkan rasa bersalah yang besar di samping juga rasa cemas.

Namun di sisi lain, peristiwa tersesat di Kajang itu justru memberikan pelajaran berharga bagi backpacker pemula seperti saya.

(Bersambung ke postingan berikutnya……. kalau masih mood untuk menuliskannya. :P)

Credit: Foto-foto di atas adalah karya Aulia Dwi Nastiti. You can visit her blog here.

Advertisements

12 thoughts on “Banana Pancake Trail: Kuala Lumpur

  1. Pingback: Banana Pancake Trail: Tersesat di Kajang « @ekkyrezky

  2. Pingback: Banana Pancake Trail: Menuju Phuket « @ekkyrezky

  3. Pingback: Banana Pancake Trail: Phuket | @ekkyrezky

  4. Pingback: Banana Pancake Trail: Bangkok, Titik Tengah Perjalanan Kami | @ekkyrezky

  5. Pingback: Banana Pancake Trail: Buruknya Kesan Pertama Kamboja | @ekkyrezky

  6. Pingback: Banana Pancake Trail: Terpukau Oleh Magisnya Temples of Angkor | @ekkyrezky

  7. Pingback: Banana Pancake Trail: Menikmati Pizza Ganja Di Phnom Penh | @ekkyrezky

  8. Pingback: Banana Pancake Trail: Betapa Menyenangkannya Ho Chi Minh City | @ekkyrezky

  9. Pingback: Banana Pancake Trail: Menikmati Pho Terenak Di Dunia Di Dalat | @ekkyrezky

  10. Pingback: Banana Pancake Trail: Soal Bujet, Perencanaan, Dan Hostel | @ekkyrezky

  11. Pingback: Banana Pancake Trail: Epilog | @ekkyrezky

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s