Masalah Itu Bernama Malu

Barangkali, salah satu sumber masalah, entah itu besar ataupun kecil, yang diciptakan oleh manusia saat ini, adalah rasa malu.

Entahlah, saya tiba-tiba saja terpikir seperti itu setelah melihat beragam masalah sosial-politik yang saya baca lewat media, dan tentu saja lini masa. Permasalahan malu ini diderita oleh hampir semua orang (saya juga mungkin salah satu diantaranya), dan tak pandang bulu: mulai dari presiden, sampai rakyat biasa.

Masalahnya bukanlah karena kita merupakan bangsa yang terlalu malu, justru malah karena sebagian dari kita terlalu tidak malu sehingga pada akhirnya menghasilkan beragam masalah, mulai dari yang besar sampai yang tidak terlalu penting.

Pembenaran atas teori-tanpa-dasar yang saya ajukan ini bisa dilihat di mana-mana. Contohnya saja Presiden kita, yang satu tahun lagi harus lengser.  Beliau tampaknya begitu tidak malu sehingga mau menerima penghargaan World Statesman Award dari ACF, karena dianggap berhasil menjaga toleransi beragama di Indonesia. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, kita tahu bahwa justru toleransi di Indonesia semakin luntur dengan semakin banyaknya konflik agama, suku, dan lainnya. Dengan kondisi seperti saat ini, dan masih berani menerima penghargaan karena dianggap berhasi mempertahankan toleransi, menunjukkan bahwa Pak SBY tidak malu. Atau barangkali lupa untuk malu.

Contoh lain yang bisa disebut tidak tahu malu atau lupa untuk malu adalah beberapa orang yang sudah memproklamirkan diri sebagai calon presiden untuk tahun depan. Lihatlah Wiranto, Prabowo, atau Aburizal Bakrie. Ironis melihat bagaimana orang-orang ini tidak malu mau menjadi presiden padahal dosa-dosa mereka begitu besar pada negeri ini: yang dua adalah mantan antek Orde Baru yang juga menghalang-halangi proses berjalannya reformasi (yang satu menjadi dalang penculikan, yang satu lagi adalah yang memerintahkan tembak di tempat kepada para tentara ketika kerusuhan 98 terjadi). Sedangkan nama terakhir dosanya masih terhitung “baru”: perusahaannya lah yang mengakibatkan sebagian rakyat di Sidoarjo sengsara karena kehilangan rumah dan pekerjaan. Apalagi kalau bukan karena Lumpur Lapindo. Belum lagi kabarnya janji Lapindo pada para korban belum juga sepenuhnya terselesaikan.

Dengan begitu banyaknya dosa, mereka masih berani memproklamirkan diri sebagai calon presiden. Apalagi kalau tidak menyebut mereka sebagai orang yang tak tahu malu?

Jangan lupakan juga mereka yang terjerat kasus korupsi. Ah, akan panjang postingan ini kalau mereka dibahas…

Tetapi patut diingat bahwa penyakit tidak malu/lupa malu ini juga diderita oleh rakyat kebanyakan. Hari Senin kemarin, misalnya, ketika saya naik Commuter Line menuju Cikini dari Depok, ada seorang bapak-bapak tua yang kakinya pincang sehingga harus berjalan menggunakan tongkat. Idealnya, orang-orang yang lebih muda, apalagi laki-laki, seharusnya memberikan tempat duduk bagi bapak itu. Tapi kenyataannya, bapak inilah yang harus ‘memintanya’ sendiri, itu pun ia tidak mendapatkan tempat duduk yang agak nyaman karena orang-orang yang sedang duduk ini enggan berdiri, hanya bergeser sedikit sehingga ada sedikit tempat untuk bapak itu duduk. Padahal, yang sedang duduk itu adalah seorang yang cukup muda, usianya sekitar pertengahan 20an. Dan jelas, ia tidak cacat. Sehingga seharusnya tidak ada alasan bagi dia untuk tidak memberikan tempat duduknya bagi bapak tua yang pincang itu.

Tapi sayangnya penyakit tidak malu juga menjangkitinya.

Banyak kok yang terkena penyakit tidak malu seperti ini. Mereka yang menyerobot antrian adalah salah satu diantaranya. Mereka yang membuang sampah sembarangan juga termasuk mereka yang tidak malu untuk menunjukkan kekurangberadaban mereka. Percayalah, ada banyak.

Barangkali kita, saya juga pasti termasuk di dalamnya, juga salah satu yang juga mengidapnya….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s