Girls’ Generation in Jakarta: Ketika Kualitas Konser Bukan Jadi Masalah

00039901Sebenarnya, menonton konser K-Pop hanya beberapa minggu setelah menonton Metallica adalah hal yang tidak sehat.

Tentu tidak bisa diperbandingkan antara keduanya. K-Pop, kita tahu, lebih banyak menjual tarian dan tampang, meski musikalitas tentu tidak dilupakan begitu saja. Tetapi masalah yang terakhir itu jelas tidak bisa kita bandingkan dengan salah satu band terbesar dalam sejarah dunia. Terlampau jauh…

Satu-satunya pengecualian mungkin hanya bisa diberikan kepada Big Bang, yang punya musikalitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan kompatriotnya, dengan stage act yang lumayan bagus dan keberanian mereka menggunakan live band alih-alih minus one apalagi lipsync.

Karena itu, menonton konser K-Pop tak lama setelah menonton Metallica adalah hal yang tidak sehat, karena secara tidak sadar, kita pasti akan membandingkan keduanya dan pada akhirnya merasa kecewa. Apalagi kita memang menyukai band K-Pop yang kita saksikan itu. Dan itulah yang terjadi pada saya akhir pekan kemarin.

Saya akhirnya berhasil mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan Girls’ Generation atau SNSD saat mereka melakukan konser tunggal pertamanya di Mata Elang International Stadium di Ancol, Jakarta. Hal ini berkat bantuan Mas Billy dari Metranet, tempat saya sebelumnya pernah bekerja secara part-time di akhir masa perkuliahan. Mas Billy, yang sebelumnya juga pernah memberikan pekerjaan sampingan pada saya, menawarkan saya kesempatan untuk melakukan liputan konser tersebut, yang tentu saja langsung saya sambar. 😀

Camera 360Sudah bukan rahasia lagi kalau saya memang seorang fan So Nyeo Shi Dae sejak dua tahun yang lalu, dan merekalah pihak yang bertanggung jawab membuat saya menyukai budaya populer Korea Selatan. Karena itu, menonton mereka melakukan konser tunggal adalah salah satu hal yang saya inginkan, dan tawaran dari Mas Billy itu benar-benar rezeki yang luar biasa.

Saya sebetulnya tidak mengharapkan sebuah pertunjukkan yang luar biasa dari mereka hari itu, Yang lebih berarti sebetulnya adalah kehadiran mereka sendiri di atas panggung, sehingga fansnya yang biasanya hanya bisa mengagumi mereka lewat YouTube ini bisa melihat langsung idola-idolanya itu dari dekat.

Tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, mau tidak mau saya membandingkan konser ini dengan konser Metallica karena jarak keduanya yang tidak begitu jauh, dan mau tidak mau saya tetap merasakan kekecewaan meski mengaku tidak berharap banyak. Bagaimana bisa Anda membandingkan sebuah konser live dengan aksi panggung dan sound luar biasa dengan sebuah konser yang sebagian besar lagunya dinyanyikan dengan lipsync dan sound yang tidak terlalu menyenangkan?

Secara musikalitas memang mengecewakan, tentu. Sama seperti saya kecewa melihat BoA, penyanyi yang banyak dikagumi itu, juga melakukan lipsync saat tampil di SMTown Jakarta.

Untungnya kekecewaan itu bisa sedikit terobati dengan kegembiraan karena bisa melihat sembilan bidadari dari Seoul itu berdansa dengan pakaian seksi di atas panggung, menyapa penonton dengan suara imut sambil berusaha berbahasa Indonesia, dan melempar aegyo-aegyo yang membuat fansnya, terutama yang kaum adam, bisa merinding gembira. Menurut saya, itulah nilai plus konser ini – dan mungkin itulah sebenarnya esensi utama konser ini.

Percayalah, melihat wajah Tiffany, Yoona, atau Seohyun dari dekat dan melempar lambaian dan membuat tanda hati di atas kepala ke arah tribun Anda duduk akan membuat Anda merinding gembira saking cantik dan imutnya.

(Postingan ini mulai menunjukkan bahwa penulisnya mengalami sakit fanboy yang cukup parah.)

Oh, dan satu lagi: sing along dan melakukan fan chants di lagu-lagu hits mereka, seperti Gee, yang bisa disebut sebagai lagu puncak di konser ini, juga sangat menyenangkan.

Seandainya saja saya tidak menonton konser Metallica sekitar dua minggu sebelum konser ini digelar, mungkin efek yang diberikan akan lebih hebat. Sayangnya tidak demikian sehingga kekecewaan tetap ada – walau sedikit terhapus dengan efek fanboy yang lumayan parah di konser Girls’ Generation itu.

Karena konser ini memang menjadi berarti karena kehadiran sembilan bidadari itu. Bukan karena kualitas musikalitasnya. Aneh? Untuk K-Pop, mungkin tidak.

Foto dari wowkeren.com

Advertisements

One thought on “Girls’ Generation in Jakarta: Ketika Kualitas Konser Bukan Jadi Masalah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s