IU – Modern Times: Chaplin, Jazz, Dan Kedewasaan IU

IU - Modern Times

Insiden tersebarnya foto-foto mesra IU bersama salah satu personel Super Junior memang membuat gelar National Little Sister tercopot dari pundak IU. Image IU sebagai penyanyi muda yang polos yang membuat banyak oppa tergila-gila tergilas akibat insiden tersebut. Tetapi siapa sangka, alih-alih berdampak negatif, hancurnya image tersebut justru berdampak positif bagi musikalitas IU.

Hilangnya predikat National Little Sister justru membuat IU seperti terlepas dari beban yang ia sandang. Modern Times, album penuh barunya yang dirilis pada awal bulan Oktober lalu, merupakan bukti sahihnya. Lewat album tersebut, IU menegaskan kedewasaannya.

Menawarkan perpaduan antara jazz, swing, dan bossa dengan sedikit pop sebagai penyedap, Modern Times adalah sebuah prasasti yang sempurna bagi IU. Lewat album ini, IU benar-benar membuktikan diri dan memperlihatkan dirinya yang sekarang: matang, sensual, dan sedikit nakal. Dan perpaduan ketiga hal tersebut dengan musik jazz, swing, dan bossa yang dipilih untuk album ini adalah perpaduan yang begitu menggoda.

Contoh terbaik dari perpaduan maut ini adalah lagu “Between the Lips (50cm)” di track ketiga. Lirik “Please don’t cross it / The distance between our lips is still 50cm / Don’t make me into a common girl with sweet and obvious words” yang dinyanyikan dengan suara lembut mendekati desahan membuat permintaannya itu seperti sebuah retorika belaka. Puncak dari godaan IU di lagu ini adalah di akhir lagu. “Hush hush baby, push me oh baby / Please listen to this small request” dinyanyikannya dengan suara yang sudah benar-benar memasuki zona desahan. Musik bossa yang mengiringi lagu itu membuat efek yang ditimbulkan betul-betul maksimal. (Tahan, wahai kaum pria. Tahan!)

Tetapi bagi saya, track terbaik dari album ini tetaplah lagu yang menjadi judul album ini. “Modern Times”, seperti yang sudah bisa ditebak, merupakan sebuah penghormatan bagi Charlie Chaplin, yang ditandai dengan lirik berikut “I want to believe that you left / For a faraway place where no one bothers you / You can smile now, everything is okay / I’ll see you again, Mr. Chaplin“.  Lagu dengan musik swing ini benar-benar menyenangkan, dan seakan menegaskan bahwa kerinduan pun bisa dihadapi dengan ceria. Fakta bahwa kita jarang (atau belum?) pernah mendengarkan lagu K-pop dengan nuansa swing membuat lagu ini menjadi semakin istimewa.

Kedewasaan IU juga tampak di lagu yang ia gubah sendiri, “Bad Day”. Secara musikalitas, nuansanya yang begitu pop memang membuatnya menjadi semacam anomali di tengah album ini. Tetapi, dengan alunannya yang sendu, lagu ini memiliki kekuatan untuk membuat kita mendengarkannya lagi dan lagi – dan jika lagu ini berada di album yang lebih pop seperti Last Fantasy, lagu ini memiliki kekuatan yang cukup untuk menjadi sebuah single.

Secara keseluruhan, Modern Times adalah album yang menyenangkan dan, seperti yang sudah disebut di awal tadi, merupakan sebuah prasasti yang sempurna atas kedewasaan seorang IU. Album ini juga terasa begitu istimewa karena rasanya seperti menemukan oase di tengah gurun: ia memberikan kita sebuah medium untuk bernafas segar di tengah pekatnya musik hip hop/dance dan pop banal yang menjadi ciri khas K-Pop selama ini.

Track lain yang juga perlu disimak: “Love of B” (feat Park Ju Won), “Everyone Has A Secret” (feat Ga In), “A Gloomy Clock” (feat Jonghyun of SHINee)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s