Berenang

20131128_085535

Kapan Anda terakhir kali menceburkan diri ke dalam kolam renang lalu benar-benar berenang? Maksud saya, bukan hanya main-main air, tapi benar-benar melatih paru-paru dan otot tangan plus kaki Anda di dalam air?

Saya satu tahun yang lalu.

Itu pun tak seluruh waktu berenang saya digunakan untuk benar-benar berenang. Sebagian lagi diisi dengan main-main, menatap langit (:D), atau mendengarkan teman bergosip. Sudah lama saya tidak benar-benar berenang ketika berenang…. sampai tadi pagi.

Karena pekerjaan saya sebagai pekerja online yang sebagian besar waktu hidup saya dihabiskan di depan laptop, saya jarang beraktivitas, sehingga tubuh pun makin tambun. Kalau sudah terlalu besar seperti ini, segalanya jadi menyebalkan: tubuh pegal-pegal tapi begitu malas berolahraga karena tahu bahwa olahraga pertama saya tidak akan berlangsung lama karena stamina begitu buruk.

Tapi pada akhirnya saya menyerah. Saya harus berolahraga, dan pilihan saya jatuh ke berenang, walau kemampuan renang saya cuma sebatas gaya dada saja. Kenapa? Pertama, berenang adalah olahraga yang tanpa keringat! Hahaha. Kedua, katanya, berenang benar-benar melatih stamina dan paru-paru kita. Maunya, setelah stamina sudah lebih baik, saya berolahraga yang lainnya. Misalnya, jogging. Dulu, ketika saya masih tinggal di Kukusan, saya lumayan rutin berlari di jalan yang menghubungkan Fakultas Teknik dan Asrama UI, karena dulu jalan itu memang jarang sekali dibuka dan memang digunakan oleh orang-orang untuk berolahraga.

Setelah membeli kacamata renang (yang harganya jadi murah sekali karena ada diskon akhir tahun), saya pun berenang di kolam renang di Perumahan Pesona Khayangan, Depok. Satu hal yang saya tidak suka dari berenang: mahal! Saya harus bayar Rp 22.000 untuk berenang di sana. Kalau tidak salah, tiket masuk kolam renang di Hotel Bumi Wiyata juga sama saja. Di Wisma Makara pun sekarang sudah Rp 25.000, padahal kolamnya kecil. Sempat ingin mencoba berenang di Perumahan Griya Asri di Kelapa Dua, yang harga tiketnya lebih murah, tapi tadi pagi (untungnya) masih dibersihkan dan ternyata jelek.

Ada harga, ada rupa. Tak salah memang.

Sedari awal saya memang ingin berenang pagi-pagi agar sepi (syukur-syukur bisa sendiri), tapi ternyata di kolam itu sudah ada cukup banyak orang walau ini hari kerja. Agak minder, tapi tak apalah.

Memang dasar sudah lama tidak berenang, kepayahan saya pun terlihat: cuma sanggup 40 menit saja. Saya akhirnya menyerah dan berhenti karena otot dada kanan atas saya yang tak jauh dari bahu sakit sekali. Saya beruntung karena setelah saya selesai mandi, ada belasan anak-anak SD yang sepertinya mendapat pelajaran olahraga berenang. Betul-betul pas.

Sampai kosan, saya pun tepar.

Ngomong-ngomong, ada yang juga senang karena Asmirandah batal nikah? 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s