supercell, EGOIST, dan Betapa Jeniusnya seorang ryo

img001

Menjamurnya platform video online di dunia maya memang berimbas negatif terhadap industri musik karena membuat pembajakan semakin marak, namun di sisi lain, justru bisa menghasilkan musisi-musisi kreatif yang independen – mereka-mereka yang memiliki kreativitas berlebih namun tidak memiliki akses untuk menembus dunia industri. Musisi-musisi ini, karena kepopulerannya di dunia maya, lalu mendapat lirikan label-label musik konvensional dan akhirnya pun terjun ke industri musik konvensional. Kita sudah akrab dengan hadirnya artis-artis baru yang muncul akibat kepopuleran mereka di media berbagi video online yang populer, YouTube, seperti Karmin, Sung Jungha, Boyce Avenue, atau dari dalam negeri, Raisa. Mereka adalah musisi-musisi yang awalnya hanya menyanyikan (atau memainkan musik) lagu-lagu populer di channel YouTube pribadi mereka, populer, lalu mendapatkan tawaran untuk membuat album oleh label-label musik konvensional dan kemudian mendapatkan kepopuleran yang lebih besar.

Jepang memiliki platform berbagi video populernya sendiri, Nico Nico Douga. Seperti di YouTube, Nico Nico Douga pun menjadi sebuah sarana baru bagi musisi-musisi independen di sana untuk memproduksi musiknya sendiri lalu membaginya ke dunia maya. ryo adalah salah satunya. Dengan memanfaatkan software vocaloid populer, Hatsune Miku, ia menciptakan lagu-lagu miliknya sendiri lalu mengunggahnya ke Nico Nico Douga. Ia pun mulai mendapatkan kepopuleran di situs tersebut, lalu dengan saran seorang kenalannya, ia membentuk sebuah ‘band’ bernama supercell.

Karirnya menanjak. Ia lalu dikontrak oleh label besar, Sony Music, dan banyak mengisi musik untuk soundtrack anime. Demi memenuhi ambisinya yang lain, ia lalu membuat EGOIST, sebuah proyek yang awalnya hanya dibuat untuk mengisi soundtrack salah satu anime tapi akhirnya ia teruskan hingga sekarang. Apa bedanya supercell dan EGOIST? Meski saya tidak pernah membaca pengakuannya, tapi ada satu hal yang terasa: EGOIST lebih seperti proyek eksperimennya dengan musik-musik yang lebih ‘aneh’ dibandingkan supercell.

Tapi ryo memang terlihat sebagai sosok yang idealis tetapi tak takut untuk melakukan perubahan. Faktanya, ia justru benar-benar terbuka: setelah menggunakan Hatsune Miku untuk album penuh pertama supercell yang self-titled (yang berisi lagu-lagu yang populer di akun Nico Nico Douga-nya), ia mengajak seorang vokalis wanita bernama Nagi Yanagi. Alih-alih membuatnya menjadi seorang vokalis tetap, Nagi hanya disebut sebagai vokalis tamu. Setelah mengeluarkan album kedua, Nagi Yanagi berkarir solo, sementara ryo membuka open casting untuk mencari vokalis tamu berikutnya. Pilihannya jatuh kepada Koeda, seorang gadis yang ketika terpilih masih berusia 15 tahun, dan Chelly. Koeda kemudian menjadi vokalis untuk supercell, sementara Chelly menjadi vokalis tamu untuk EGOIST.

Perubahan vokalis untuk supercell ini membuat musik mereka juga berubah (lagi). Jika album Today Is A Beautiful Day, yang diisi oleh Nagi Yanagi, terdengar begitu pop, maka musik supercell bersama Koeda lebih keras dan kelam. Ciri ini bahkan sudah begitu terlihat sejak single pertama supercell bersama Koeda, My Dearest. Cukup berbeda dengan lagu jagoan supercell ketika bersama Nagi Yanagi, Kimi no Shiranai Monogatari. Dan kedua lagu ini pun terdengar begitu berbeda jika dibandingkan dengan lagu Love Is War, yang menggunakan vocaloid sebagai vokalisnya. Apalagi jika membandingkannya dengan EGOIST, yang sebetulnya lebih mirip dengan lagu-lagunya di era menggunakan Hatsune Miku.

Di situlah letak menariknya. ryo seperti tak ingin terikat dengan satu jenis musik, tak ingin merasa nyaman di satu zona. Dan hebatnya, ia tak pernah berhenti membuat orang tetap menyukai karya-karyanya, meski terdengar janggal sekalipun karena terdengar kurang familiar. Jika Anda mendengar single terbaru dari album penuh ketiga supercell, yang berjudul No.525300887039 sementara albumnya berjudul ZIGAEXPERIENTIA, Anda akan merasa seperti itu: lebih kelam dari single-single lainnya, bahkan di era bersama Koeda sekalipun. Tapi ia tetap mampu membuat kita (setidaknya, saya) tertarik untuk mendengarkannya.

Album penuh ketiga supercell ini memang membuat kening banyak fansnya berkerut, tetapi bagi saya pribadi, tetap sangat menarik. Terutama untuk lagu-lagu bertempo tinggi seperti Mr. Downer atau Yeah Oh Ahhh Oh! (ryo sepertinya memang tidak pernah ingin membuat judul karya yang biasa-biasa saja), jenis lagu yang membuat karakter suara Koeda yang unik lebih terasa. Jenis suara yang memang sangat berbeda dengan suara Nagi Yanagi, yang mungkin lebih mudah diterima oleh pendengar umumnya.

Jika pola satu album satu ganti vokalis kembali dipakai, berarti setelah album ketiga ini, supercell tidak akan kembali menggunakan Koeda. Menarik untuk melihat apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh ryo – meski di sisi lain, kepergian Koeda adalah hal yang cukup disayangkan. Saya pribadi menyukai karakter suara Koeda yang unik, terutama ketika ia menyanyikan nada-nada tinggi. Tapi perubahan vokalis akan membuat ryo mengubah musik supercell lagi, dan di satu sisi, saya tertarik ingin melihat apa yang akan dibuat olehnya nantinya.

Advertisements

2 thoughts on “supercell, EGOIST, dan Betapa Jeniusnya seorang ryo

  1. Menarik sekali pembahasan mengenai trend musik independen di Jepang, Indonesia juga harus punya platform lokal unruk mengumpulkan kreativitas anak muda sekarang.

    Jangan melulu tawuran dan trek2an motor.

    • Platform digital lokal, seperti Nico Nico Douga di Jepang, memang menarik. Tapi masalahnya, di Indonesia, yang lokal tidak pernah dilirik. Sudah banyak sebetulnya situs jejaring sosial lokal, namun kesuksesannya tidak pernah begitu menggelegar seperti situs jejaring sosial asing. Bahkan yang lingkupnya kedaerahan pun banyak sebetulnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s