Kalau Udah Besar, Kamu Mau Jadi Apa?

Saya orangnya labil. Sangat labil. Selalu bimbang dalam mengambil keputusan, dan nggak jarang seringkali mengubah keputusan begitu saja.

Contohnya? Gampang. Saya bahkan bisa bimbang ketika cuma harus menentukan mau menonton di bioskop atau tidak, dengan mempertimbangkan isi dompet dan keinginan nonton. Betul, sifat pelit saya memang jadi salah satu penyebab kelabilan itu, tapi bukan satu-satunya.

Lihat daftar tulisan saya yang pernah saya buat untuk Bolatotal di sini, maka Anda bisa melihat betapa labilnya saya. Saya sepertinya pernah menulis dengan berbagai fokus: taktik, statistik, keuangan, curhatan ala blog, opini biasa, bahkan cerpen. Saya pernah berpikir ingin menekuni tulisan dengan fokus taktik/statistik, tapi belakangan saya sadar pengetahuan dan daya fokus saya ketika pertandingan amat terbatas. Tulisan saya pun jadi kurang menarik. Menulis ala blog dengan opini biasa, saya merasa saya hanya akan berjalan di tempat. Rasanya tidak akan ada media lain yang mau menampung tulisan asal oceh saya. Sampai sekarang saya masih bingung sebenarnya saya mau berjalan ke mana.

Bahkan mood saya memperparah hal itu: saya tidak yakin apakah saya ingin benar-benar fokus menulis sepakbola. Mood saya soal sepakbola memang bisa berubah begitu drastis. Saya bisa betul-betul bosan, sampai sama sekali enggan membaca berita soal sepakbola. Kalau ada yang rajin membaca tulisan demi tulisan saya (semoga betulan ada), pasti akan sadar bahwa ada masa-masa ketika kualitas tulisan saya bisa sedemikian jeblok. Saya sadar, walau saya akhirnya tetap menulis dengan seadanya…… karena butuh uang. Hehehe…

Tapi ada juga masa ketika saya getol-getolnya memperhatikan dan menulis soal sepakbolan secara serius. Ada saat ketika saya sampai setiap hari menonton rekaman pertandingan sepakbola, ada masa di mana saya sampai serius melakukan riset data soal suatu isu seperti yang sedang saya lakukan saat ini untuk tema sepakbola perempuan untuk tulisan saya akhir pekan nanti. Mood saya bisa berubah begitu drastis.

Saya bahkan sempat berpikir untuk banting setir: mulai menulis soal musik, hal favorit saya yang lainnya. Blog saya sempat jadi tempat sampah untuk ujicoba menulis soal musik ini dalam beberapa minggu terakhir. Intinya: saya masih belum yakin apakah ingin serius menulis soal sepakbola – walaupun faktanya saya sudah dua setengah terjun di dunia itu.

Aneh ya?

Entahlah. Dan jujur, perasaan bimbang seperti itu betul-betul membebani. Terutama ketika melihat orang-orang di sekitar seperti sudah memiliki target masa depan yang pasti.

Saya belum. Bahkan saya mau jadi apa saja, saya masih belum yakin.

Semoga Anda tidak seperti itu.

Advertisements

3 thoughts on “Kalau Udah Besar, Kamu Mau Jadi Apa?

  1. sering saya denger nasehat perihal ngeblog, bahwa menulis blog itu lebih baik jika topiknya fokus pada satu isu, punya niche, segmennya jelas,, tapi.. bah! siapa pula yang peduli, yang penting nulis! hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s