Forum Angkatan Bukan Tempat Jualan

Saya begitu keheranan ketika seorang teman yang sudah bertahun-tahun tidak saya lihat wajahnya, dan jarang sekali muncul di forum angkatan (baca: grup Whatsapp angkatan) tiba-tiba muncul dan begitu aktif di sana. Tapi tak lama kemudian keheranan saya, yang selama ini hanya menjadi silent reader, berubah jadi perasaan geli ketika terungkap maksud kemunculan tiba-tiba sang teman. Ia ternyata ingin ‘berdagang’: menawarkan kesempatan untuk berinvestasi jangka panjang yang diklaim bisa membuat investornya balik modal hanya dalam waktu beberapa bulan.

Teman-teman SMA-nya lah yang jadi sasaran pemasarannya. Ia mencoba mempersuasi teman-teman di dalam grup Whatsapp angkatan dengan memberi tahu soal kalkulasi potensi keuntungan, menyebarkan proposal, dan, tentu  saja, mengatakan bahwa dalam waktu dekat nilai investasi akan semakin besar karena harga lahan akan semakin tinggi. Sudah seperti pemasaran ala apartemen-apartemen mewah di ibukota saja.

Yang lucu, ia bahkan sampai memberikan ide untuk memajukan jadwal pertemuan bulanan angkatan saya (yang tak pernah bisa saya ikuti karena mereka di Jogja, saya di Jakarta…. oh, maaf, Depok maksudnya) agar ia bisa mempresentasikan proposal penawaran investasinya.

Saya terbahak-bahak, meski di sisi lain juga agak sedih. For the sake of money, human can go so low. Sayangnya orang itu teman saya sendiri.

Tentu adalah hal yang wajar bagi seseorang untuk berbisnis. Sangat wajar. Saya malah kagum untuk mereka yang berani mengambil resiko untuk berinvestasi dan berbisnis karena saya yakin saya tidak akan pernah berani melakukannya. Tetapi seseorang yang ingin berbisnis seharusnya tahu lingkungan. Tahu aturan, baik yang tertulis maupun tidak. Termasuk di lingkup yang begitu sempit seperti forum angkatan (sekali lagi, baca: grup Whatsapp angkatan) sekalipun.

Sederhana saja; grup WhatsApp angkatan seharusnya digunakan untuk menyambung silaturahmi. Melanggengkan pertemanan. Merencanakan pertemuan yang disepakati secara sukarela demi silaturahmi. Sesuatu yang nilainya jauh dari uang. Membicarakan pekerjaan adalah hal yang lumrah, menawarkan pekerjaan atau memberitahu informasi mengenai bisnis pun adalah hal yang wajar, tetapi kenapa tidak melakukannya secara elegan?

Jika memiliki informasi lowongan pekerjaan, tawarkanlah secara baik-baik lewat satu atau dua pengumuman. Jika membutuhkan pekerjaan, tanyakanlah secara baik-baik siapa tahu ada yang bisa membantu. Memiliki informasi mengenai investasi menggiurkan? Ya ajak pelan-pelan. Umumkan kalau kita punya info soal investasi yang menggiurkan. Kalau berminat, silakan menghubungi.

Ingin mempersuasi kawan? Jangan tiba-tiba muncul lalu membelai-belai dengan kata-kata indah dan janji-janji masa depan. Bangun dulu relasi yang baik, ceritakan apa yang sedang kita jalani, investasi apa yang sedang kita coba, baru coba persuasi. Saya yakin, tawaran investasi dari orang yang biasanya aktif di forum, dikenal dengan persepsi yang baik oleh teman-teman seangkatan, akan jauh lebih bisa menarik minat daripada dari orang yang tiba-tiba njedul, muncul, lalu menawarkan investasi dengan menggebu-gebu.

Advertisements

3 thoughts on “Forum Angkatan Bukan Tempat Jualan

  1. aku sebenarnya yo rodo heran ndelok wong e tiba2 aktif, tak pikir ki ncen wes meh menjalih silaturahim

    ternyata ==a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s