Ia Yang Menemani Kerja Dan Ia Yang Menemani Tidur

Selalu ada perasaan bingung yang melanda setiap kali bosan dengan playlist yang itu-itu saja. “Habis ini, dengerin apa ya? Duh, masa’ lagu ini lagi. Bosan. Ah, lagu ini juga bosan…” kurang lebih begitu pikiran yang seringkali muncul setiap kali melihat daftar album yang saya miliki di iTunes, yang sebetulnya sangat banyak walau yang betul-betul saya dengarkan hanya sebagiannya. Jika perasaan bosan seperti itu sudah betul-betul melanda, artinya sudah tiba waktunya untuk mencari lagu-lagu yang baru lagi, misalnya dengan mendengarkan musik dari artis-artis yang sebelumnya tak pernah saya dengarkan.

Dan proses mencari lagu-lagu yang menempel di telinga dan di hati yang membuat kita ingin mendengarkan berkali-kali bukanlah hal yang mudah.

Saya sudah lama tak mendengarkan radio, dan meski kini ada layanan online, saya tetap jarang mendengarkannya. Padahal, mendengarkan radio adalah salah satu cara terbaik untuk mendengarkan lagu-lagu baru yang tidak kita miliki. Walhasil harus ada cara lain yang perlu ditempuh. Lalu suatu hari, saat saya sedang iseng berkunjung ke kost Ongko, salah satu teman baik saya semasa kuliah (sok tua), saya terkaget-kaget karena dia menggunakan Spotify di laptopnya. Spotify!

Spotify

Tentu saya tahu tentang Spotify, fenomena baru di industri musik setelah iTunes. Tapi sepanjang pengetahuan saya, Spotify tidak bisa diakses di Indonesia, tentu dengan alasan yang bisa kita tebak. Lalu bagaimana dia bisa menggunakannya? Ongko pun menjelaskan….

Pada dasarnya, yang perlu dilakukan adalah menggunakan VPN untuk mengunduh software Spotify. VPN berguna untuk menyamarkan IP Address kita agar terlihat seolah-olah kita mengunduh software Spotify di Amerika Serikat, walau sebetulnya kita melakukannya di Indonesia. Setelah itu, baru mendaftar untuk menjadi member, yang bisa dilakukan dengan beragam cara – saya, misalnya, mendaftar menggunakan akun Facebook karena jauh lebih ringkas. Setelah selesai, aplikasi Spotify pun bisa digunakan, di mana kita bisa mendengarkan lagu seenak jidatnya (streaming tentunya), meski sesekali akan muncul iklan layaknya di radio, yang menyelip di antara lagu-lagu yang sedang kita dengarkan. Yang menyenangkan dari Spotify adalah jumlah lagu yang mereka sajikan begitu besar –  saya tak tahu berapa juta lagu yang mereka miliki.

Karena begitu banyaknya lagu yang mereka miliki, jumlah lagu-lagu baru yang bisa kita temukan pun begitu banyak pula. Yang menyenangkan, semuanya gratis dan legal…… yah walaupun cara mendaftarkan softwarenya tak legal-legal amat. :p Hal lain yang menjadi nilai plus Spotify: ada banyak aplikasi di dalamnya yang bisa membantu kita menemukan lagu-lagu yang sesuai dengan selera kita, termasuk aplikasi dari media musik terkenal macam Rolling Stone atau NME, yang memiliki banyak playlist lagu versi mereka sendiri yang bisa kita cicipi.

Cara menggunakan VPN untuk mendapatkan software Spotify juga mudah. Tinggal unduh software VPN (saya, misalnya, menggunakan Spotflux) gratisan, install, aktifkan VPN-nya, lalu unduh softwarenya. Setelah itu, tak masalah jika ingin menguninstall software VPN-nya, karena menggunakan Spotify tak memerlukan VPN. Tapi saran saya, tetap install software VPN-nya karena sewaktu-waktu Spotify bisa sadar kalau kita menggunakan software mereka di Indonesia, negara yang tak ada dalam daftar panjang negara di mana mereka tersedia. Jika itu terjadi dan membuat software Spotify tak bisa digunakan, tutup Spotify. Lalu aktifkan software VPN, baru buka kembali software Spotify-nya. Spotify akan kembali aktif dan bisa digunakan, baru matikan VPN-nya.

Lewat Spotify, misalnya, saya jadi bisa mendengarkan album Les Miserables 10th Anniversary Concert, yang sudah saya cari selama beberapa lama, tanpa harus membuka YouTube. Atau mendengarkan kembali lagu-lagu Chuck Berry dan Johnny Cash, atau mencoba mendengarkan Macklemore, rapper yang baru saja memenangi dua penghargaan di Grammy. Spotify sendiri kini jadi software yang paling sering menemani saya kerja selain iTunes, yang sudah menemani saya selama beberapa lama.

8Tracks

Tapi sebetulnya Spotify bukan tempat pertama saya mencoba mencari lagu-lagu baru yang enak didengarkan. Sebelumnya saya menggunakan 8Tracks, sebuah situs di mana orang-orang bisa membuat playlist sebebas mungkin, atau sekedar mencari playlist yang kira-kira menarik dan layak didengarkan. Yang menarik dari 8Tracks adalah kita bisa mencari playlist lewat kata kunci yang lebih bebas daripada Spotify. Misalnya, jika kita membutuhkan playlist yang pas untuk didengarkan ketika belajar, tulis saja study di kolom pencarian, atau calm, misalnya, dan akan muncul ribuan playlist yang memiliki tag yang sama. Atau saya, misalnya, paling senang mencari playlist dengan tag sleep atau acoustic, karena saya senang sekali menggunakan 8Tracks sebagai pengantar tidur. Selain karena playlist yang menenangkan hati dan pikiran, aplikasi 8Tracks di Android juga menyediakan fitur sleep timer. Jadi kita bisa menyetel berapa lama aplikasi 8Tracks bisa hidup dan terus memutar lagu-lagu di playlist, sementara kita bisa tidur dengan tenang. Menyenangkan.

Ngomong-ngomong, lagu apa yang sedang sering kamu dengarkan? Kalau saya, ada dua: I Dreamed A Dream versi Ruthie Henshall dan Departure, single terbaru band Jepang, SCANDAL.

Ruthie Henshall – I Dreamed A Dream

SCANDAL – Departure

http://vimeo.com/88216835

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s