Akhirnya Ke Korea

Path 2014-10-09 20_04

Kami menapaki anak-anak tangga di exit 4 stasiun Hyehwa dengan terengah-engah. Tangga yang kami naiki memang tidak terlalu curam, tetapi cukup tinggi – dan mengingat kondisi tubuh kami yang belum diberikan tidur yang layak, kami pun kepayahan ketika mendakinya. Tetapi sesampainya di atas, wajah kami langsung berubah cerah. Sebuah jalan kecil yang sampai saat ini saya tidak tahu namanya membentang, dengan banyak toko kecil di kedua sisinya. Dan di jalanan itu, anak-anak muda Korea yang terkenal stylish itu lalu lalang. Jalanan masih sangat ramai, meski waktu sudah menunjukkan pkl 22.30 malam.

Akhirnya. Setelah sekitar tujuh jam penerbangan dan tiga jam menempuh perjalanan menggunakan kereta cepat (KTX) dari Busan, wajah Seoul yang sebenarnya hadir di hadapan kami.

Walau lebih ramai (baca: berisik) daripada yang saya bayangkan, saya tahu, inilah wajah Seoul yang saya bayangkan sejak lama. Sejak saya mulai jatuh hati pada variety-variety show Korea dan artis-artisnya. Sejak saya mulai tertarik pada kebudayaannya, baik yang tradisional maupun yang pop. Seoul yang modern, yang penuh gaya. Akhirnya.

Keinginan untuk melihat langsung negara yang kebudayaan popnya menguasai Asia Timur dan Tenggara ini memang sudah tersimpan sejak lama. Tahun ini, keinginan itu akhirnya terwujud juga. Bersama dengan tiga teman saya; Niken, Resha, dan Ima, saya menjejakkan kaki di bagian selatan Semenanjung Korea ini. Bermodalkan tiket promo dan uang secukupnya, kami pun berniat untuk melarikan diri dari tekanan pekerjaan dengan berkeliling dua kota terbesar di negara ini: Busan dan Seoul.

Sayangnya, jatah cuti yang sungguh sedikit membuat perjalanan kami benar-benar singkat: total hanya lima hari kami berada di Korea. Mengingat sebagiannya dihabiskan di dalam pesawat (sekitar 14 jam pulang pergi Kuala Lumpur – Busan) dan KTX Busan – Seoul PP (total sekitar 6 jam), maka waktu efektif kami berjalan-jalan di Korea hanyalah 3 hari saja.

3 hari!

Sungguh keterlaluan memang, tapi pola travelling seperti yang saya lakukan dalam Banana Pancake Trail pada Januari tahun 2013 lalu, di mana saya menghabiskan 15 hari untuk menyambangi delapan kota di empat negara, saya ulangi lagi tahun ini, walau dengan durasi yang jauh lebih singkat. Ya, seperti tahun lalu, dalam kunjungan ini pun saya hanya menghabiskan satu atau dua hari di satu kota. Keterlaluan memang.

Dan percayalah, satu atau dua hari adalah waktu yang terlalu singkat untuk menikmati sebuah perjalanan.

Pada akhirnya, tidak banyak tempat yang berhasil saya kunjungi dalam perjalanan ini. Penyesalan, yang katanya selalu hadir belakangan, pun datang ketika kami terbang meninggalkan Korea Selatan. Meski begitu, untungnya, saya sempat mengunjungi beberapa tempat yang memang ingin saya kunjungi, meski tidak semuanya. Saya pun menemukan tempat-tempat favorit di masing-masing kota.

Ngomong-ngomong, dalam trip ini, saya tidak hanya pergi bersama ketiga teman saya. Saya juga mendapat teman baru: Yotsuba!

Bagi yang belum tahu, Yotsuba adalah tokoh utama di manga Yotsubato!, seorang anak kecil yang sungguh aneh namun lucu luar biasa. Manga buatan Kiyohiko Azuma ini adalah salah satu manga favorit saya, dan Revoltech, salah satu produsen mainan besar di Jepang, memproduksi mainan Yotsuba ini. Mainan ini cukup populer, terutama di kalangan pecinta toy photography karena fleksibilitasnya dan karena raut wajahnya yang bisa berubah-ubah. Saya sudah menginginkan mainan ini sejak lama, dan akhirnya membelinya dari seorang teman beberapa hari sebelum keberangkatan saya ke Korea.

Yotsuba is not Syahrini so she won't sing 'I feel free~'.

A post shared by Muhammad Rezky Agustyananto (@ekkyrezky) on

Mengingat wajah saya yang tidak enak dipandang lama-lama, akhirnya saya memutuskan untuk menjadikan Yotsuba sebagai ‘model’ foto saya selama di Korea. Walhasil, saya nyaris tak memiliki foto di Korea kecuali foto beramai-ramai bersama Niken dkk., sementara foto Yotsuba ada banyak sekali, dan hampir semuanya diposting di Instagram dan Path.

Nasib memang sulit berpihak bagi mereka yang tak memiliki wajah yang sedap dipandang dan cukup sadar diri dengan kenyataan itu.

Advertisements

2 thoughts on “Akhirnya Ke Korea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s