Mengapa Rafael Benitez, Real Madrid?

1009919-19179073-1600-900

Tulisan ini juga dimuat di situs FourFourTwo Indonesia.

Beberapa hari sebelum rumor mengenai Rafael Benitez akan ditunjuk menjadi pelatih baru Real Madrid apabila Carlo Ancelotti dipecat (saat itu, belum ada konfirmasi Don Carlo akan dibebastugaskan), saya sempat memposting tweet yang isinya beberapa prediksi pergantian pelatih di klub-klub besar Eropa. Salah satunya adalah Rafa Benitez ke Real Madrid, menggantikan Ancelotti yang sudah ramai dirumorkan akan dipecat oleh Florentino Perez setelah musim tanpa gelar. Saat itu, beberapa rekan bertanya, dengan nada yang saya rasa mengandung keterkejutan. Mengapa Benitez?

Sebelumnya, ada nama Juergen Klopp yang dikait-kaitkan dengan klub tersukses di Liga Champions Eropa tersebut. Tetapi mengapa saya memilih nama Benitez? Sederhana: karena di antara nama-nama pelatih yang mungkin akan bebas tugas pada musim panas ini, Benitez adalah nama yang paling mungkin menggantikan Ancelotti.

Posisi Benitez di Napoli sendiri memang sudah tidak aman sejak pertengahan musim ini. Beberapa pekan lalu, sudah muncul rumor yang menyebutkan Aurelio De Laurentiis, presiden Napoli, sudah mendekati Sinisa Mihajlovic, pelatih Sampdoria, untuk menggantikan Benitez yang tak bisa disebut sukses bersama Partenopei. Prestasi Mihajlovic bersama Sampdoria pada musim ini memang membuat namanya meroket. Ini yang kemudian menjadi alasan De Laurentiis ingin menggaetnya jika harus melepas Benitez.

Selain Benitez, nama lain yang sudah dipastikan menganggur pada musim panas nanti adalah Klopp, yang memang sudah mengumumkan pengunduran dirinya dari Borussia Dortmund setelah kegagalan musim ini. Lalu mengapa Benitez saya anggap lebih berpeluang untuk melatih El Real ketimbang Klopp? Ada dua alasan: pertama adalah karena persoalan bahasa, dan kedua karena CV kedua pelatih.

Klopp memang pelatih bagus, kariernya bersama Dortmund dalam enam tahun terakhir bahkan bisa disebut fenomenal. Ia mampu membangkitkan tim kecil yang baru pulih dari kebangkrutan seperti BVB dan membuatnya menjadi klub juara liga. Dua kali beruntun bahkan. Klopp juga berhasil membawa timnya melaju ke final Liga Champions Eropa, meski kalah di final pada tahun 2013.

Tetapi Klopp bukanlah tipe pelatih yang mungkin dicari Los Blancos. Pertama, ada masalah bahasa yang menghalangi. Pihak El Real telah menyiratkan bahwa pelatih berbahasa Spanyol adalah yang mereka cari. Sementara Klopp sendiri sudah menyiratkan bahwa pilihan yang masuk akal untuknya berkarier setelah dari BVB adalah di Inggris, karena memang ia menguasai bahasa Inggris. Kedua, Klopp selama ini selalu bekerja dengan bujet yang tak besar-besar amat, mengandalkan pemain-pemain muda yang mungkin kurang dikenal. Dortmund yang ia bawa menjadi juara liga dan ke final Liga Champions adalah Dortmund yang diisi pemain-pemain yang kurang dikenal sebelumnya. Ketika ia akhirnya mendapatkan bujet berlebih untuk membeli pemain-pemain yang lebih mahal, ia malah kurang sukses. Lihat saja bagaimana Dortmund pada dua musim terakhir mengalami penurunan prestasi, padahal dalam dua musim tersebut, mereka membeli pemain-pemain yang berharga 20 juta euro ke atas seperti Henrikh Mkhitaryan dan Ciro Immobile.

Klopp, saya rasa, bukanlah pelatih yang bisa memimpin tim yang berisi pemain-pemain bintang berego tinggi seperti Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, dan kawan-kawannya di Los Galacticos. Ia adalah pelatih dengan karakter kuat, seorang pelatih yang ‘merdeka’. Dan Anda tentu pasti masih ingat saat terakhir kali Real Madrid dilatih sosok seperti itu. Meski diawali dengan baik, dan akhirnya diwarnai dengan gelar juara liga dan Copa, tetapi karier Jose Mourinho di El Real berakhir dengan hubungannya yang memburuk dengan pemain dan juga manajemen klub. Bukan tidak mungkin hal itu akan terulang jika Klopp ditarik ke Santiago Bernabeu.

Nama Benitez mungkin tidak seharup Klopp, mengingat kariernya di Liverpool, Inter, Chelsea, dan Napoli tidak pernah benar-benar bersinar lebih terang ketimbang final Liga Champions 2005 yang memorable itu. Kariernya di tiga klub yang disebut terakhir bahkan tidak bisa disebut sukses, meskipun ia selalu menyumbang trofi di setiap klub yang ia latih. Benitez adalah pelatih yang bagus, tapi ia tidak pernah benar-benar dinilai begitu tinggi. Meski CV-nya berkata sebaliknya.

Jika melongok lagi ke catatan prestasi yang pernah dicapai Benitez di sepanjang kariernya, anggapan miring yang muncul tentang pelatih bertubuh gempal ini barangkali bisa kita kikis. Bagaimanapun, ini adalah pelatih yang pernah Valencia dua kali menjadi juara La Liga. Dua kali. Bersama Valencia. Catatan yang sudah seharusnya dilihat sebagai prestasi yang luar biasa, mengingat betapa kentalnya duopoli di kompetisi ini.

Selain itu, catatannya di Eropa mengesankan: ia pernah meraih gelar Piala UEFA bersama Los Che, dan gelar Liga Champions yang fenomenal bersama Liverpool. Ia juga pernah mengantar The Reds sekali lagi ke final kompetisi antar klub tertinggi di Eropa itu pada 2007, meski akhirnya harus puas menjadi runner-up karena AC Milan berhasil membalas dendam Istanbul 2005. Dan, hei, bahkan ketika ia terus dihujat oleh pendukung Chelsea di hampir sepanjang musim, ia berhasil mengantarkan klub London Barat itu menjadi juara Europa League pada 2013.

Dengan catatan prestasi yang bagus seperti itu, Rafa Benitez seperti memenuhi berbagai persyaratan yang diperlukan untuk menjadi pelatih Real Madrid: berbahasa Spanyol, pernah menjuarai Primera Liga, beberapa kali juara di pentas Eropa, dan selalu memberikan gelar di klub yang ia latih sejak 1998. Satu bonus tambahan: ia memulai karier sepakbolanya sebagai pemain dan pelatih di tim junior Real Madrid. Singkat kata, Rafa Benitez, suka atau tidak, adalah sosok yang paling memenuhi persyaratan yang dicari oleh Real Madrid untuk menjadi pelatih baru mereka.

Dan inilah kenapa rumor yang menghubungkan Benitez dan Real Madrid adalah hal yang sangat masuk akal.

Advertisements

3 thoughts on “Mengapa Rafael Benitez, Real Madrid?

  1. Benitez di Madrid? berarti ga bakal juara liga Spanyol, tapi bisa jadi juara Champions.

    Prestasinya Benitez kalo di lokal kurang bagus, tapi kalo di regional justru bagus. IMHO.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s