Dunia Sepak Bola Menang, Tapi Blatter Tidak Kalah

765388-701827f2-0977-11e5-a3ac-5ee400cf9dbf

Bagi Anda yang terbiasa tidur lebih awal, berita soal pengunduran diri Sepp Blatter mungkin baru akan Anda terima pagi ini. Saya sendiri menghabiskan 2,5 jam pagi ini untuk membaca dan menonton video berbagai hal terkait pengunduran Blatter yang mengejutkan dari posisinya sebagai Presiden FIFA, hanya beberapa hari setelah terpilih kembali untuk menjabat selama empat tahun mendatang di Kongres Tahunan FIFA 2015.

Tak mengejutkan jika sepanjang 10 jam terakhir, dunia maya dipenuhi berbagai pesan terkait keputusan Blatter. Sebagian merayakannya dengan gembira dan berbagai jokes, sebagian mempertanyakan kenapa baru sekarang dan….kenapa sekarang?, sementara sebagian lagi, yang saya yakin dalam jumlah yang sangat kecil, menyayangkannya (Ada? Saya yakin, di luar sana, pasti ada). Media-media internasional, terutama Inggris, mengangkat pengumuman ini sebagai tajuk utama, Berbagai tulisan dan laporan pun diturunkan. Editorial diunggah, dan rata-rata berbunyi “ini hari yang indah untuk sepak bola” atau semacamnya.

Reaksi-reaksi yang bermunculan, tentu, sudah bisa ditebak. Tetapi pertanyaan yang belum bisa terjawab: kenapa sekarang, hanya beberapa hari setelah terpilih lagi, Blatter mundur?

Padahal, kalau kita ingat-ingat lagi, akhir pekan lalu Blatter melakukan karaoke lagu-lagu kemenangan: ia merayakannya dengan menyerang Inggris dan Amerika Serikat yang berupaya menjatuhkannya, menyerang UEFA yang jelas-jelas melawannya, dan melindungi dirinya dari dugaan kasus suap, korupsi, dan pencucian uang yang tengah diusut oleh FBI dan otoritas Swiss. Tapi hanya sekitar 48 jam kemudian, Blatter memutar balik dan mengambil keputusan ini. Mengapa?

Ada yang menyebutkan bahwa ia diyakinkan oleh anak perempuannya, bahwa sudah cukup, ini saatnya sang Ayah untuk mundur dan beristirahat. Ada juga kabar yang mengatakan mood Blatter berubah setelah mendengar nasihat dari orang-orang lain yang di dekatnya. Namun kabar yang saya rasa paling dekat membuat keputusan Blatter mundur adalah karena nama Jerome Valcke kini ikut masuk dalam pusaran kasus suap yang tengah diusut oleh otoritas Amerika Serikat. Disebutkan bahwa Valcke, sang sekretaris jenderal yang menandatangani surat pemberian sanksi kepada Indonesia, mengetahui dan mungkin ikut mengatur pembayaran suap sebesar 10 juta dollar yang dibayarkan ke Jack Warner, kakek-kakek dari Trinidad dan Tobago yang juga seorang politisi dan mantan wakil Presiden FIFA, untuk melanggengkang terpilihnya Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010. Valcke adalah orang nomor dua di FIFA, dan bukan tidak mungkin jika selanjutnya giliran sang nomor satu yang ikut terseret arus penyelidikan yang menderas setelah penangkapan sejumlah pejabat teras FIFA satu hari sebelum Kongres FIFA pekan lalu di Swiss.

Hal ini terungkap lewat pengakuan salah satu asisten Blatter, Walter Gagg. Ia menceritakan kepada media bagaimana Blatter mulai mengalami perubahan pikiran dalam 48 jam sebelum pengumuman pengunduran dirinya setelah mendapatkan saran dari orang-orang terdekatnya, tetapi informasi dari AS lah yang membuat keputusan mundur dibuat dan diumumkan sesegera mungkin.

“Kami makan siang dengannya kemarin (Senin). Ia rileks, ia dalam kondisi baik. Saya juga melakukan rapat yang sangat baik dengannya pada pagi ini (Selasa). Kemudian datang informasi yang berbeda dari AS (soal Jerome Valcke),” kata Gagg.

Sebelumnya, Blatter pernah menyebutkan dalam sebuah wawancara, bahwa jika ia mundur, langkah itu justru seperti mengonfirmasi bahwa dirinya memang bersalah dalam berbagai rumor dan kasus yang menyangkut FIFA. Artinya, bagi Blatter, mundur adalah kekalahan. Tetapi pengunduran dirinya semalam justru, bagi saya, adalah upaya Blatter untuk tidak kalah.

Jumat (29/5/2015) kemarin, Blatter sudah membuktikan bahwa dirinya masih memiliki posisi yang kuat di FIFA. Sebagian besar anggota, nyaris dua per tiganya bahkan, masih mendukungnya secara penuh. Blatter sudah membuktikan bagaimana ia masih mampu memenangkan pemilihan presiden FIFA, bahkan ketika dirinya diserang bertubi-tubi dari segala arah. Meski lawan-lawannya telah berupaya menggabungkan kekuatan.

Tetapi ia sadar bahwa menghadapi otoritas hukum negara adidaya adalah pertarungan dalam level yang berbeda, pertarungan yang sulit ia menangkan. Dan melihat apa yang terjadi pada Jerome Valcke, Blatter pun telah memprediksikan bahwa cepat atau lambat, gilirannya akan tiba. Karena itu, sebelum giliran itu datang dan arus menyeretnya, Blatter memutuskan bahwa ini saat yang tepat baginya untuk mundur. Agar semua orang tahu, bahwa hingga akhir, ia tidak lengser dari kursi yang ia duduki selama 17 tahun terakhir karena lawan-lawannya, juga bukan karena kekuatan hukum yang ada di luar kemampuannya, tetapi karena keputusannya sendiri.

Blatter memang tidak secara otomatis turun dari jabatannya secara instan. Ia menegaskan bahwa ia akan tetap di posisinya hingga proses menuju Kongres Luar Biasa FIFA dilaksanakan, yang artinya ia diperkirakan akan bertahan hingga Desember 2015 atau Mei 2016, dan ada kemungkinan bahwa langkahnya mungkin akan terjerat penyelidikan kasus korupsi dan penyuapan lebih dahulu, yang bisa membuatnya mundur lebih cepat. Tetapi Blatter sudah mengambil langkah terlebih dahulu, dan sampai akhir ia pasti akan meyakini bahwa ia turun karena keputusannya, bukan karena dorongan orang-orang yang membencinya. Dan itu bukanlah sebuah kekalahan.

“Yang terpenting bagi saya adalah ketika semua ini berakhir, sepak bola adalah pemenangnya,” tutup Blatter dalam pernyataannya semalam. Ia benar. Dunia sepak bola memang menang. Tapi Blatter tidak kalah.

Advertisements

One thought on “Dunia Sepak Bola Menang, Tapi Blatter Tidak Kalah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s