Mencari Situs Berita Online yang Ideal

Salah satu pertanyaan menarik yang saya dapatkan baru-baru ini adalah: website apa sih yang paling sering kamu buka? Pertanyaan ini merujuk pada halaman situs web yang kita buka secara reguler hampir setiap hari, dengan mengetikkan alamatnya di browser alih-alih mengklik judul artikel menarik yang kita lihat setiap hari di timeline social media kita. Situs-situs yang hampir selalu kita buka setiap kali kita menghadap internet.

Mencoret Google.com, inbox email, dan situs porno (demi nama baik pribadi, tentu), saya pun menyebut tiga situs yang muncul di kepala saya saat pertanyaan tersebut diajukan kepada saya: Vox.com, kanal sepakbola di The Guardian, dan Comic Book Resources (CBR). Nama yang terakhir disebut muncul karena situs tersebut akhir-akhir ini sering saya buka karena ketertarikan saya yang mulai membesar pada komik-komik Amerika, tetapi dua yang saya sebut lainnya memang adalah yang paling sering saya buka dalam setahun terakhir. Saya kemudian menyadari bahwa kedua situs tersebut saya buka secara reguler karena keduanya saya anggap sebagai bentuk situs berita online yang paling ideal.

FireShot Screen Capture #056 - 'Vox_com I Explain the news' - www_vox_com

Vox.com adalah situs berita yang paling saya buka selama tahun 2015 ini sejak saya mulai mengetahui situs ini sekitar akhir tahun lalu. Bukan situs yang terkenal-terkenal amat (followersnya di Twitter baru sekitar 200an ribu, bandingkan dengan Vice dan Slate yang sudah di atas satu juta atau Mashable yang sudah mencapai 5 juta followers), tetapi sebetulnya situs berita ini sangat menarik. Dari jargon yang mereka pasang pun kamu sudah bisa mengetahui situs seperti apa Vox.com ini: “Explain the News”. Alih-alih memberikan berita terkini dan mengandalkan kecepatan berita, Vox.com berusaha untuk memberikan penjelasan yang meski tak rinci namun mudah dimengerti atas isu-isu terkini yang sedang hangat. Target pasar Vox memang bukan orang-orang yang memahami sepenuhnya isu-isu terhangat, terutama politik dan ekonomi, melainkan orang-orang yang meski sebetulnya tak paham-paham amat dengan dua topik tersebut, tetapi ingin mengetahui apa, mengapa, dan bagaimana isu-isu terhangat yang saat ini sedang ramai itu bisa terjadi.

Contoh yang paling terkini adalah ketika isu krisis Yunani begitu ramai karena negara tersebut menuju bangkrut (menurut istilah ekonomi, lebih tepatnya default, CMIIW). Vox menjelaskan kepada para pembacanya tentang mengapa Yunani bisa mengalami krisis yang begitu dalam, apa hubungannya dengan Uni Eropa, dan apa yang kira-kira akan terjadi ke depannya. Menariknya, Vox kerap kali tidak berusaha netral dalam penjelasannya. Setiap penulisnya secara terang-terangan memberikan opininya dalam artikel penjelasan tersebut, misalnya dalam kasus krisis Yunani ini, Vox dengan jelas menggambarkan kegagalan bentuk Uni Eropa, yang disebutnya didirikan bukan karena alasan ekonomi melainkan politik, sebagai penyebab krisis. Meski begitu, Vox juga memberikan alasan atas argumen-argumen yang dituliskan, sehingga pembaca pun bisa memahami mengapa argumen tersebut dikeluarkan.

Meski tidak bisa disebut sebagai situs berita online sejati, Vox adalah situs yang sangat menarik mereka seakan menjawab masalah yang biasa dihadapi oleh orang-orang awam yang ingin memahami isu-isu terkini. Vox juga, menurut saya, menjawab masalah yang muncul di era jurnalisme online: sulitnya mengikuti berita-berita terkini secara online dengan runtut sehingga kita bisa mengetahui sepenuhnya tentang apa yang terjadi. Permasalahan ini terutama muncul di media online Indonesia, karena kecenderungan media online di tanah air memberikan berita setengah-setengah, agar jumlah artikel yang masuk terkesan banyak. Pembaruan berita tidak dilakukan di artikel berita yang pertama, melainkan dilakukan dengan menambahkan artikel baru yang isinya kurang lebih sama dengan artikel berita pertama namun dengan ditambahkan sedikit pembaruan. Tujuannya? Tentu untuk meningkatkan jumlah klik yang masuk.

FireShot Screen Capture #057 - 'Football news, match reports and fixtures I The Guardian' - www_theguardian_com_football

Dengan alasan yang sama juga saya menyukai The Guardian.

Selain karena merupakan salah satu situs berita terpercaya, saya menyukai The Guardian juga mengaplikasikan pembaruan yang dilakukan langsung di satu artikel, terutama untuk artikel yang membahas berita-berita terkait kejadian yang sedang berlangsung. Contohnya ketika kasus MH370 muncul. Alih-alih membuat berita baru setiap kali muncul update terkini, The Guardian memperbarui berita yang sudah mereka naikkan sehingga pembaca bisa mengikuti berita di satu artikel saja. Fitur Live Blog yang kerap muncul juga menjadi fitur menarik tersendiri, yang membuat pembaca bisa mengikuti suatu kejadian dengan runtut mengikuti update yang tersusun menurut waktu.

Sayangnya, saya belum menemukan situs berita dengan gaya yang serupa di dalam negeri, terutama untuk mengikuti berita-berita terkini. Situs-situs yang fokus dengan gaya feature dan tulisan panjang memang kini semakin banyak, namun sepertinya belum ada situs-situs berita yang berani memberikan artikel-artikel panjang untuk memberikan penjelasan yang terperinci mengenai suatu isu. Pada akhirnya, jumlah klik memang menjadi target utama yang dicari, dan menyajikan update berita dalam artikel-artikel yang berbeda akan menambah jumlah artikel yang hadir dalam sehari sehingga jumlah klik pun ikut terdongkrak. Selain itu, ketidakmauan situs berita menuliskan berita-berita panjang juga karena masih dipegangnya paham lawas yang meyakini bahwa berita di ranah online sebaiknya tidak terlalu panjang karena pembaca seringkali tidak betah membaca satu artikel atau bertahan di satu halaman dalam waktu yang lama.

Dan karena itulah, media-media konvensional seperti koran dan majalah memang masih diperlukan.

Selain karena unsur ketepatan berita (yang sering dikorbankan oleh media online demi kecepatan berita), media konvensional juga masih dibutuhkan terutama oleh orang-orang seperti saya, yang ingin mengetahui suatu berita secara utuh dan lebih mendalam. Koran setidaknya selalu memberikan rangkuman berita sebelumnya ketika memberikan berita terbaru mengenai suatu isu. Kita juga bisa membaca yang memang sebaiknya dibaca, karena koran memberikan berita yang sudah disaring terlebih dahulu. Terbatasnya medium koran memang membuat redaksi harian cetak harus pintar-pintar menyaring berita sehingga berita yang dimuat adalah berita-berita yang penting. Hal ini tentu jarang kita dapatkan di media online, yang seringkali memberikan update berita yang sebetulnya tidak penting-penting amat.

Dan itulah yang sebetulnya kita butuhkan: penyaring berita. Internet memang sesuatu yang hebat, dan makin penting keberadaannya, tetapi ia juga memberikan informasi yang terlampau banyak sehingga menyebabkan informasi yang berlebihan (information overload). Situs-situs berita menjadi salah satu agen munculnya informasi yang berlebihan ini, terutama karena banyaknya berita-berita yang kurang (atau malah sama sekali tidak) penting, yang kemudian disebut oleh Jakob Nielsen sebagai polusi informasi (information pollution). Banyaknya berita-berita yang tak penting itulah yang kemudian menjadi masalah di situs-situs berita, terutama situs berita dalam negeri, saat ini. Fakta tersebut membuat saya akhirnya mengambil kesimpulan: situs berita online yang ideal adalah situs berita yang mampu menyaring berita-berita terkini sehingga pembacanya mendapatkan informasi-informasi yang memang penting. Ia juga tidak boleh membuat pembacanya kebingungan, dan karenanya penjelasan yang simpel mengenai suatu isu (seperti yang dilakukan oleh Vox.com) juga diperlukan.

Nah, sudah adakah situs berita online yang ideal seperti itu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s