Menertawai Diri Sendiri Adalah Cara Terbaik Untuk Menjadi Lucu

Marvel

Peringatan: Ranjau spoiler bertebaran di depan.

Keputusan untuk mengangkat Ant-Man ke film layar lebar sebetulnya adalah sebuah perjudian bagi Marvel. Pertama, di kalangan penggemar komik sekalipun, Ant-Man bukanlah tokoh Marvel yang populer. Bahkan meski Hank Pym, sang Ant-Man pertama, merupakan salah satu pendiri Avengers sekalipun. Kedua, bagi orang-orang yang tidak membaca komik, Ant-Man adalah superhero dengan nama dan kekuatan yang aneh. Manusia Laba-Laba mungkin masih terdengar keren, tapi Manusia Semut? Kekuatannya mengecilkan diri? Hmmmm….

Kualitas Ant-Man sebagai salah satu pahlawan super di Marvel Universe memang tak terlalu signifikan. Di komik pun ia bukan sosok yang menarik: Hank Pym justru dikenal dengan kegagalan-kegagalannya, mulai dari perilaku kasar yang ia lakukan ke pasangannya, Janet van Dyne (The Wasp); robot ciptaannya, Ultron, malah menjadi salah satu musuh terkuat Avengers; dan fakta bahwa meski ia merupakan ilmuwan hebat, ia bukanlah yang tercerdas maupun tersukses karena ada Reed Richards dan Tony Stark yang mengambil dua status tersebut. Apa yang menarik dari seorang pahlawan super yang hidupnya kacau dan kekuatannya tak keren-keren amat?

Marvel memang tidak mengangkat kisah Hank Pym sebagai Ant-Man, tetapi Scott Lang (Paul Rudd), sang penerus. Bagi penggemar komik, ini justru menambah keraguan. Bagaimanapun, Ant-Man yang sebenarnya adalah Hank Pym, sang pencipta Pym Particle dan kostum Ant-Man. Toh Scott Lang pun bukan sosok pahlawan ideal: ia adalah seorang residivis yang tak mampu membiayai anaknya yang tinggal bersama istrinya setelah keduanya bercerai.

Namun, memilih Scott Lang sebagai tokoh utama justru sebetulnya menjadi senjata bagi Marvel untuk mengemas Ant-Man menjadi sebuah film yang menarik.

Ketimbang Hank Pym, yang di film ini diperankan oleh Michael Douglas, Scott Lang memang sosok yang lebih menyenangkan. Pribadinya yang lebih lepas ketimbang sang pendahulu membuatnya sering menghadirkan perilaku maupun dialog yang menghibur. Ini setidaknya memberikan aspek yang lebih positif pada Ant-Man daripada jika Pym yang emosional dan kaku yang menjadi tokoh utamanya.

Marvel

Menariknya, Marvel tidak sepenuhnya mengeksploitasi dialog ataupun monolog Lang untuk memberikan efek lucu dalam film Ant-Man. Ant-Man memang film yang kocak, salah satu yang terlucu dari semua film Marvel yang pernah dibuat, tetapi bukan semata karena dialognya. Sutradara Peyton Reed justru dengan sengaja memainkan sudut pandang kamera sebagai cara utama untuk menimbulkan adegan yang membuat penonton tertawa, dengan memanfaatkan kekuatan mengecilkan diri Ant-Man sebagai bahan lelucon.

Reed sengaja mengeksploitasi kekuatan Ant-Man yang kurang keren itu sebagai bahan candaan. Contoh terbaiknya terjadi ketika Lang bertarung dengan Darren Cross (Corey Stoll) di dalam kamar Cassie (Abby Ryder Fortson). Reed memainkan dua sudut pandang yang berbeda untuk melihat pertarungan Lang dan Cross yang terjadi di set permainan Thomas the Tank Engine. Pertama, kita dibiarkan melihat dari jarak dekat bagaimana Lang dan Cross bertarung sengit di atas kereta mainan milik Cassie. Tetapi pada sudut pandang kedua, kita melihat bagaimana Cassie, yang dalam ukuran manusia normal, menyaksikan dua manusia semut bertarung di atas mainan miliknya. Lewat permainan sudut pandang kamera itu, Reed seakan ingin menunjukkan bagaimana absurdnya pertarungan kedua manusia yang bisa mengecilkan diri tersebut.

Marvel

Lewat menertawai diri sendiri, Ant-Man justru menjelma menjadi salah satu film terlucu yang pernah dibuat oleh Marvel.

Sisi lain yang menarik dari Ant-Man adalah bagaimana Marvel memasukkan kisah Pym ke dalam film. Pym tetap merupakan Ant-Man pertama dalam film ini, dan kisah kepahlawanannya di masa lalu juga tetap diakui (meski ceritanya menciptakan Ultron sudah diambil oleh Tony Stark). Karakter Pym yang emosional dan fakta bahwa Janet van Dyne terjebak di dalam semesta kuantum (quantum realm) juga sesuai dengan apa yang diceritakan di komik (di komik, semesta kuantum disebut sebagai Microverse). Jadi, meski sorotan diarahkan ke Lang, Pym tetap mendapatkan porsi yang besar dan perannya di Marvel Universe tetap diakui.

Dengan segala kekurangan dan keraguan yang menghantuinya, Ant-Man berhasil menjadi salah satu film paling menarik yang pernah dibuat Marvel Studios. Patut dinanti juga bagaimana peran Ant-Man di Marvel Cinematic Universe ke depannya, karena selain menceritakan soal sang tokoh, film ini memberikan jembatan cerita yang bagus ke film Marvel berikutnya, Captain America: Civil War (2016).

Momen TerbaikKetika bertarung di dalam koper yang sedang jatuh dari helikopter, Ant-Man dan Yellowjacket tanpa sengaja mengaktifkan Siri di iPhone di dalam koper tersebut. Siri lalu memutarkan sebuah lagu The Cure, Disintegration, setelah mendengar kata-kata yang diteriakkan oleh Darren Cross kepada Scott Lang.

Advertisements

2 thoughts on “Menertawai Diri Sendiri Adalah Cara Terbaik Untuk Menjadi Lucu

  1. Tulisan yang menarik dengan perspektif yang sama sekali tak terpikirkan dan tak terbayangkan, memberikan supporting background bagi yang belom menonton maupun yang sudah menonton. Great review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s