Bagaimana Cara Makan Sushi dengan Benar?

Beberapa hari yang lalu saya sedang makan sushi di sebuah restoran di Jakarta ketika saya melihat seseorang di meja depan saya menuangkan shoyu alias kecap asin Jepang ke dalam piring (piring yang digunakan untuk menaruh sushi berbentuk segi empat, bukan piring kecil untuk shoyu) banyak-banyak, lalu mencampurnya dengan gari soga atau acar jahe. Luar biasa. Biasanya salah kaprah yang biasa kita lihat adalah mencampur shoyu dengan bubuk cabe atau/dan wasabi, tetapi kali ini malah melibatkan acar jahe. Sungguh ajaib.

Banyak penggemar sushi di Indonesia, tetapi tak banyak yang tahu bagaimana cara memakannya dengan benar. Sushi, yang dibuat dengan mengutamakan keindahan dan keseimbangan rasa, memang tak bisa dinikmati secara sembarang. Ada beberapa etiket yang perlu diikuti, atau setidaknya diketahui bagi mereka yang ingin menikmati sushi. Memang bukan hal yang sangat harus diikuti, karena pada akhirnya yang terpenting adalah bagaimana kita menikmati makanan dengan maksimal sesuai selera masing-masing, tetapi setidaknya beberapa hal ini patut diketahui. Terutama jika kamu ingin mencoba makan sushi langsung di Jepang, negara asal makanan ajaib ini.

Jangan mencampur shoyu dengan apapun

Satu hal yang umum dilakukan oleh orang Indonesia adalah mencampur shoyu dengan bubuk cabe atau/dan wasabi. Ternyata ini adalah sebuah kesalahan. Shoyu semestinya tidak dicampurkan oleh apapun juga, dan kita juga seharusnya tidak menuangkannya terlalu banyak.

Tuangkan kecap asing sedikit saja ke mangkuk yang disediakan, karena sejatinya, kita memang tak boleh menggunakan shoyu terlalu banyak ke sushi yang akan kita makan. Jumlah kecap asin yang berlebihan akan membuat sushi yang kita makan terlalu asin dan rasa aslinya akan hilang. Selain itu, merendam sushi yang berbahan nasi ke shoyu terlalu banyak dan terlalu lama juga akan membuat sushi rusak karena butir-butir nasi akan terlepas.

Fakta lain yang menarik: sebetulnya shoyu juga hanya digunakan untuk sushi yang orisinal, bukan sushi fusion (sushi yang menggunakan berbagai campuran bumbu seperti saus keju atau mayones). Shoyu terutama digunakan ketika kita makan sashimi, alias potongan daging ikan mentah.

Kalau kamu mencampur shoyu dengan wasabi di Jepang, dan chef melihatnya, kamu mungkin tidak akan mendapatkan ikan terbaik lagi di pesanan berikutnya. Chef akan merasa kamu tidak akan bisa merasakan beda kualitas ikan yang disajikan karena toh rasa sushi yang kamu makan dirusak oleh wasabi dan shoyu yang berlebihan. Mereka akan lebih memilih menyajikan ikan terbaik ke pelanggan yang lain yang bisa menghormati cita rasa sushi yang sesungguhnya.

Lalu apa gunanya wasabi? Bubuk cabe? Acar jahe?

“Chef sushi yang baik biasanya mengoleskan sedikit wasabi ke sushi yang ia buat,” kata Trevor Corson, penulis buku The Story of Sushi, di situs The Splendid Table. Wasabi yang diberikan pun tak banyak agar tak merusak cita rasa sushi yang dibuat. Setiap restoran sushi menyediakan wasabi di setiap meja pelanggan, meski sebetulnya menambahkan wasabi ke sushi yang sudah dibuat adalah hal yang tidak direkomendasikan.

Bubuk cabe juga sebetulnya bukan digunakan untuk sushi. Bubuk cabe biasanya di sediakan di atas meja di restoran sushi karena mereka juga menyediakan menu makanan Jepang selain sushi, terutama yang berkuah, seperti udon atau ramen. Bubuk cabe semestinya digunakan untuk menambah rasa pedas di makanan-makanan itu, bukan sebagai bahan pencampur shoyu.

Mencampur acar jahe dengan shoyu jelas merupakan hal yang super aneh. Acar jahe yang warnanya sekilas seperti bawang merah itu sebetulnya disediakan untuk membersihkan palate (cita rasa di mulut) ketika kita akan menikmati jenis sushi yang berbeda, agar kita bisa menikmati rasa sushi dengan maksimal tanpa terganggu rasa sushi sebelumnya yang masih tersisa di mulut.

Makan sushi boleh pakai tangan kok

Selain sashimi, yang harus menggunakan sumpit, sushi boleh dimakan menggunakan tangan. Menurut Trevor, cara terbaik menikmati sushi justru menggunakan tangan, dan ada alasan untuk itu.

The best way I think to eat sushi is with your fingers, and there’s actually a very specific reason for that. When you sit at the sushi bar and the chef makes you what’s called a nigiri — that’s the little finger of rice with a slice of something on top, the traditional form — it is meant to be actually quite loose, not packed too tightly. They fall apart in your mouth that way.

Chefs go through years of training to achieve the perfect amount of pressure with their fingers when they squeeze it — just enough so the perimeter of the rice grains sticks together, but the inside of the rice pack is still loose and airy. You want that to be loose and airy so when you put it in your mouth, the rice grains fall apart and mingle with the fish on your tongue.

Hore! Untuk membersihkan tangan, gunakan lap atau tisu basah yang disediakan. Jangan gunakan lap atau tisu basah itu untuk mengelap wajah ya, hanya tangan saja.

Etiket di atas bukan sebuah kewajiban untuk diikuti, tetapi sebaiknya dilakukan terutama jika kamu berkunjung ke Jepang dan makan sushi di bar, di depan sang chef langsung. Setidaknya biar gak malu-maluin amat lah…

004-How-to-Eat-Sushi-Sushi-Etiquette_0

Dari artdroid.com

Advertisements

4 thoughts on “Bagaimana Cara Makan Sushi dengan Benar?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s