Mengapa Facebook Lebih Baik Untuk Marketing Brand Ketimbang Twitter

Foto: kokasexton.com

Foto: kokasexton.com

Beberapa waktu yang lalu, saya rajin menjalani wawancara pekerjaan di beberapa tempat. Jenis pekerjaan yang saya lamar, tentu saja, tidak jauh-jauh dari menulis atau social media. Setiap kali wawancara untuk pekerjaan yang terkait dengan jejaring sosial, saya selalu menunjukkan kalau saya lebih menyukai Twitter daripada Facebook atau media sosial lainnya. Alasan saya, Twitter adalah sosial media dengan imbas yang bisa sangat besar di dunia maya – lihat saja, misalnya, munculnya banyak berita terkait atau yang mengutip cuitan orang-orang (biasanya pesohor) di media daring. Imbas sebesar itu jarang kita rasakan di Facebook, yang menurut sebagian orang, kini adalah media sosial untuk orang-orang tua karena banyaknya orang tua mereka yang sudah terjun ke Facebook.

Itu adalah jawaban yang salah.

Faktanya adalah di dunia online marketing, Facebook bisa memberikan imbas yang lebih besar ketimbang Twitter. Facebook page, yang sering digunakan oleh brand untuk mendekatkan diri kepada para konsumennya atau memasarkan produk mereka, ternyata lebih efektif ketimbang Twitter. Pemasaran di Twitter mungkin bisa efektif juga jika Anda menggunakan jasa buzzer, tetapi di Facebook, dengan konten yang menarik dan kreatif, Anda bisa meraih perhatian lebih besar ketimbang di Twitter – bahkan jika konten-konten Anda di Twitter pun sama menariknya dengan konten-konten Anda di Facebook.

Ada dua penyebabnya: 1. Jumlah pengguna aktif Facebook yang jauh lebih besar dan lebih heterogen, dan 2. Twitter mengalami penurunan pengguna aktif dalam satu-dua tahun terakhir dan pada dasarnya memang bukan platform yang pas untuk strategi pemasaran.

Ketika konten Anda mendapatkan like di Facebook, ada kemungkinan bahwa teman-teman orang yang me-Like konten Anda akan melihatnya di halaman depan Facebook mereka. Itu artinya, setiap impresi yang Anda dapatkan (komentar, like, dan share) di Facebook membuka peluang lebih besar konten Anda akan tersebar ke pengguna Facebook lainnya. Hal ini tidak tersedia di Twitter, di mana konten Anda hanya bisa tersebar ke pengguna lain jika konten Anda mendapatkan retweet dari pengikut Anda.

Secara psikologis, menurut saya, pengguna media sosial akan lebih fleksibel dalam memberikan like ketimbang retweet. Ini dikarenakan adanya perbedaan mendasar akibat dari kedua aksi tersebut. Ketika Anda memberikan like, Anda tidak terlalu peduli pada image Anda di dunia maya karena apa yang Anda like tidak akan muncul di halaman pribadi Facebook Anda (hanya share yang bisa memberikan efek seperti itu). Itu artinya, apapun yang Anda like tidak akan melukai image Anda di dunia maya. Berbeda dengan retweet, yang akan membuat apa yang Anda retweet muncul di halaman profil Twitter Anda. Lagipula, apa yang kita retweet biasanya merupakan informasi/cuitan yang sangat kita sukai atau menggambarkan pendapat pribadi Anda dan ingin orang lain mengetahuinya. Alasan psikologis seseorang melakukan retweet lebih seperti share di Facebook, sementara kita tahu di Twitter tidak ada tombol like.

FireShot Screen Capture #184 - 'FourFourTwo Indonesia' - www_facebook_com_442Indonesia

Padahal, like bisa memberikan Anda peluang yang lebih besar untuk mendapatkan pengikut baru di Facebook, dan hal ini tidak kita temukan di Twitter. Ini membuat sebuah brand yang ingin melakukan pemasaran di Twitter dari nol akan lebih kesulitan ketimbang ketika melakukannya di Facebook.

Twitter pada dasarnya memang sebuah platform blog mikro, dan ide dasar inilah yang diam-diam justru membuat Twitter sulit berkembang sebagai sebuah media sosial. Bandingkan perkembangan Facebook, yang lebih fleksibel sehingga mempunyai berbagai fungsi yang tidak akan kita temukan di Twitter – game, pengingat acara dan ulang tahun, grup tertutup, kolom status yang lebih besar kapasitas karakternya, fitur notes yang membuat semua orang punya peluang membuat blog di halaman pribadinya, dan lainnya. Ini membuat Facebook lebih ‘awet’ secara usia, dan semua ide-ide baru yang muncul di kepala para pembuatnya bisa dikembangkan di situs ini.

FireShot Screen Capture #185 - 'FourFourTwo ID (@FourFourTwoID) I Twitter' - twitter_com_fourfourtwoid

Sebaliknya, Twitter justru seperti terpenjara dengan bentuk dasar mereka sendiri, belum lagi dengan minimnya ide-ide baru yang bisa membuat media sosial ini setidaknya bisa sedikit lebih berkembang. Lihat saja bagaimana fitur analisis yang muncul jauh lebih belakangan ketimbang Facebook, padahal ini sangat penting bagi brand (sebelumnya, manajer/admin media sosial sebuah brand selalu menggunakan fitur analisis Twitter dari aplikasi pihak ketiga semisal Hootsuite). Atau fitur promote yang terbatas efeknya karena hanya bisa menyasar ke para pengguna Twitter melalui web atau aplikasi resmi Twitter (Twitter for Android, Twitter for iPhone, dll. Lucunya, cuitan yang dipromosikan itu bahkan tidak muncul di TweetDeck, yang sudah diakuisisi Twitter sejak lama).

Makanya, bukan hal yang mengherankan pula jika Facebook bisa mempertahankan penggunanya yang begitu besar, dan bahkan tak berhenti mencatatkan pengguna baru setiap harinya. Kinerja mereka di lantai saham pun jauh lebih baik ketimbang Twitter, yang ngos-ngosan.

11223973_10153245066031523_6172641669943012354_o

Bukan berarti Twitter adalah media sosial yang buruk. Twitter tetap merupakan media sosial favorit pribadi saya dengan banyaknya diskusi yang kita ciptakan – pernah ada perumpamaan bahwa Twitter seperti sebuah pusat kota raksasa di mana semua orang bisa berkumpul dan bersuara. Tapi harus diakui bahwa Twitter memang seolah berjalan di tempat ketika Facebook terus melangkah maju, dan harus diakui pula, Twitter memang bukan media yang mudah untuk melakukan kegiatan pemasaran secara daring.

Advertisements

One thought on “Mengapa Facebook Lebih Baik Untuk Marketing Brand Ketimbang Twitter

  1. Artikel menarik..klo sy pasti share ke dua duanya hehehe…tp twitter lebih simple klo menurut saya terlepas dr marketing brand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s